Alasan Kawasan Ini Dinamakan Titik Nol Kilometer Yogyakarta

  • 28 Apr 2026 09:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jika berwisata ke Yogyakarta, belum lengkap rasanya jika belum ke Titik Nol Kilometer. Tidak heran tempat ikonik ini tidak pernah sepi pengunjung. Pertanyaan yang kerap muncul dari wisatawan adalah mengapa lokasi ini disebut Titik Nol Kilometer?

Dilansir dari laman Arsip dan Perpustakaan Kota Yogyakarta, Titik Nol Kilometer Yogyakarta berada di persimpangan yang mempertemukan empat ruas jalan, yaitu Jalan KH. Ahmad Dahlan dari sisi barat, Jalan Margo Mulyo dari sisi utara, Jalan Panembahan Senopati dari sisi timur, dan Jalan Pangurakan dari sisi selatan. Lokasi ini bukanlah persimpangan biasa, sebab persimpangan ini merupakan titik tengah atau sentral Kota Yogyakarta. Selain itu, titik 0 kilometer juga berlokasi di depan Keraton Yogyakarta yang merupakan pendiri Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an, di tengah perempatan tersebut masih ada air mancur. Diperkirakan, letak titik nol kilometer Yogyakarta tepat berada di lokasi air mancur ini. Mengutip dari laman Galeri Pasar Kotagede, titik nol kilometer berada di pusat sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan laut selatan.

Dilansir dari Jogja Belajar Budaya, titik nol kilometer Yogyakarta merupakan kawasan sejarah sekaligus sentra ekonomi masyarakat. Terdapat bangunan bersejarah kuno peninggalan Belanda yang disebut loji di sekeliling titik nol kilometer Yogyakarta, Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Istana Kepresidenan Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Tugu Ngejaman, Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Kantor Pos, Gedung BNI, dan Gedung Bank Indonesia. Selain itu, juga ada sentra ekonomi masyarakat yakni Pasar Beringharjo, Jalan Malioboro, Jalan Kyai Ahmad Dahlan, dan Jalan Wijilan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....