DPRD DIY Tinjau Potensi Desa Wisata Dewi Kajii

  • 31 Jan 2026 14:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pengembangan sektor pariwisata berbasis desa menjadi potensi tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi namun daya saing hingga pasar internasional. Hal ini terlihat saat Komisi B DPRD DIY melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) di Desa Wisata Dewi Kajii yang berlokasi di Padukuhan Kadisoro, Rabu, 28 Januari 2026.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandar mengatakan, kunjungan Desa Wisata Dewi Kajii, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul untuk melihat secara langsung pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal, khususnya budidaya ikan hias yang dinilai memiliki. Selain itu sebagai upaya mengembangkan desa wisata di DIY.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar aspirasi dari pengelola dan masyarakat," katanya.

Andriana menyebutkan, Desa Wisata Dewi Kajii merupakan salah satu desa wisata unggulan dengan berbagai prestasi. Hanya saja di balik prestasi tersebut tentu terdapat tantangan dan kendala yang perlu dikawal DPRD, agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan maupun penganggaran ke depan.

Lebih lanjut, Andriana menekankan, potensi yang dimiliki Kalurahan Gilangharjo perlu didorong agar menjadi program prioritas yang benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Potensi di tingkat kalurahan harus menjadi skala prioritas, terutama yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Hal ini akan menjadi perhatian kami dalam pembahasan anggaran pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Andriana menyebutkan, pengembangan Desa Wisata Dewi Kajii harus tetap berbasis pada potensi lokal dan dikelola secara berkelanjutan. Langkah ini ditegaskannya bisa tercapai ketika ada sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

“Pengembangan desa wisata harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, kalurahan, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi ini dapat terus tumbuh dan berkembang,” ucap Andriana.

Berbasis ikan hias

Sementara itu, pengelola Desa Wisata Dewi Kajii, Muhammad Gema Ramadhan menjelaskan, Dewi Kajii merupakan desa wisata berbasis ikan hias satu-satunya di Indonesia. Potensi tersebut telah berkembang sejak tahun 90-an melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba ikan hias, yang kemudian mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ikan hias menjadi kekuatan utama Dewi Kajii. Sejak lama masyarakat bergerak di bidang budidaya ikan hias dan ini menjadi penggerak ekonomi. Harapan kami, ke depan Dewi Kajii dapat berkembang menjadi kampung ikan hias berskala nasional pada periode 2030–2045 secara berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu pelaku utama budidaya ikan hias, Kris juga menyampaikan, potensi ikan hias di Gilangharjo sangat besar dan telah menembus pasar internasional. Hanya saja terdapat kendala dalam proses ekspor ini.

“Pasar ikan hias kami saat ini sudah berskala global, sekitar 50 persen ke Asia, 40 persen ke Eropa, dan 20 persen ke kawasan lainnya. Namun, kendala terbesar adalah belum adanya jalur ekspor langsung dari DIY, sehingga pengiriman masih harus melalui daerah lain,” katanya.

Kris mengharapkan, adanya dukungan kebijakan dan regulasi, khususnya terkait pembukaan jalur distribusi langsung, serta perlindungan dan pengelolaan lahan demi keberlanjutan budidaya ikan hias di wilayah Gilangharjo.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menilai, potensi ikan hias di Desa Wisata Dewi Kajii memiliki nilai ekonomi tinggi. Termasuk peluang yang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

“Ini merupakan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Tidak hanya soal anggaran, tetapi juga visi dan misi jangka panjang. Kegiatan atau event yang terjadwal dan berkelanjutan perlu terus didukung agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Danang Wahyu Broto.

Perwakilan Dinas Pariwisata Bantul, Karman mengatakan, Dinas Pariwisata terus berupaya mendorong pengembangan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga penguatan ekonomi dan kelembagaan masyarakat. Menurutnya, desa wisata menjadi salah satu tumpuan penting pariwisata Kabupaten Bantul.

“Kami menargetkan desa wisata di Bantul dapat berkembang secara berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun kelembagaannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....