DPRD DIY Dorong Lava Bantal Berbah Jadi Ikon Edukasi dan Konservasi Geopark
- 10 Jul 2026 21:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komisi C DPRD DIY mendorong percepatan pengembangan Geopark DIY yang berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan infrastruktur dan tata kelola di Geosite Lava Bantal, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.
Langkah ini diambil agar kawasan warisan geologi tersebut tidak sekadar menjadi tempat rekreasi, melainkan mampu menyeimbangkan fungsi edukasi dan konservasi alam. Hal ini disampaikan saat Komisi C DPRD DIY melaksanakan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) untuk memantau perkembangan kawasan Geosite Lava Bantal di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis, 9 Juli 2026.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom., bersama anggota Komisi C, yakni Haris Sugiharta, S.I.P., Dr. H. Aslam Ridlo, M.A.P., Timbul Suryanto, Drs. H. Suwardi, Lilik Saiful Ahmad, S.P., Raden Inoki, A.P., S.Ag., dan Suharno, S.E. Turut hadir Kepala Biro Perekonomian, Infrastruktur, dan Kesejahteraan Rakyat (PIWP2) Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, S.E., M.M., serta jajaran Pemerintah Kalurahan setempat.
Dalam monitoring tersebut, rombongan meninjau secara langsung kondisi infrastruktur pendukung kawasan geosite sekaligus mengevaluasi pengelolaan kawasan agar sejalan dengan arah pengembangan Geopark DIY. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi aksesibilitas, fasilitas pendukung, hingga tata kelola kawasan yang tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.
Komisi C menilai keberhasilan pengembangan Geosite Lava Bantal tidak dapat bergantung pada pembangunan fisik semata. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan kawasan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki menekankan, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara terencana dan tidak mengurangi nilai geologi yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Menurutnya, pengembangan kawasan berbasis konservasi akan memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai destinasi wisata edukasi maupun sebagai upaya melestarikan warisan geologi yang dimiliki DIY.
"Geosite harus dikembangkan secara berkelanjutan. Infrastruktur perlu mendukung, tetapi karakter alam dan nilai edukasinya tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Inoki menambahkan, terkait dengan pengembangan lava bantal sebagai salah satu destinasi wisata juga harus melindungi geopark. Ia juga berharap, wisata di geopark ini bisa tumbuh dengan cepat dan harapannya bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Membidangi infrastruktur, Komisi C DPRD DIY juga menggali kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan untuk bisa mendukung peningkatan lava bantal ini menjadi destinasi wisata dan bisa menjadi daya tarik ikon wisata di kabupaten Sleman.
"Bagi pengelola Lava Bantal, kebutuhan utama adalah akses jalan yang merupakan jalan kabupaten. Nanti kami dari Komisi C akan menyampaikan dan mendiskusikannya dengan Bupati. Untuk ruas jalan yang hanya sekitar satu kilometer tersebut, kami berharap perbaikannya segera direalisasikan agar akses bus wisata ke lokasi menjadi lancar," ujarnya, mengungkapkan.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad menyatakan, Lava Bantal Berbah merupakan bagian penting dari 15 titik geopark yang ada di DIY. Hal ini menarik, sehingga Ia meminta, agar pengelola tidak pasif dan terus mengasah kreativitas dalam mengemas potensi lokal.
"Saya pikir dari pemerintah DIY dan juga pemerintah sleman juga sudah support . Intinya potensi lokal, masyarakat setempat dan para pengelola harus melakukan inovasi dan langkah-langkah nyata. Kami juga akan ikut melibatkan teman teman dari pihak pelaku wisata untuk bagaimana mengangkat Lava Bantal ini menjadi lebih terkenal," katanya.
Sementara itu, Kepala Biro PIWP2 Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari mengatakan, pengembangan Geosite Lava Bantal merupakan bagian dari strategi memperkuat Geopark DIY melalui kolaborasi lintas sektor.
"Pengelolaan geosite akan optimal jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, sehingga manfaat ekonomi, edukasi, dan konservasi dapat berjalan beriringan," ucapnya.
Melalui monitoring ini, Komisi C DPRD DIY berharap pengembangan Geosite Lava Bantal Berbah dapat terus dipercepat dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan tata kelola yang baik, kawasan ini diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan Geopark DIY sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan fungsi konservasi dan edukasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....