Pesona Pantai Mbuluk, Mutiara Destinasi Wisata Baru di Gunungkidul

  • 31 Jan 2026 13:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Gunungkidul dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta, khususnya dengan deretan pantai-pantai indah yang membentang di sepanjang pesisir selatan. Wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan ini dapat memilih dua jalur utama, yakni jalur Imogiri Barat dan jalur Patuk Gunungkidul.

Apabila memilih jalur Imogiri Barat, wisatawan akan melewati Puncak Ciluk, Bukit Naungan, hingga kawasan Panggang. Dari wilayah ini, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang kini sudah beraspal dan memiliki kondisi jalan yang cukup lebar serta nyaman dilalui.

Dari jalur tersebut, wisatawan memiliki banyak pilihan pantai untuk dikunjungi, di antaranya Pantai Medan, Pantai Ngrenehan, Pantai Ngobaran, dan Pantai Nguyahan yang berada dalam satu jalur. Selain itu, wisatawan juga dapat menuju kawasan Pantai Baron, Kukup, Krakal, Pantai Sepanjang, Pantai Kodok, Pantai Drini, hingga Pantai Indrayanti.

Pantai Mbuluk dengan pesona batu putihnya, Sabtu 31 Januari 2026.(Foto:RRI/Rini)

Di antara banyaknya pantai tersebut, terdapat satu pantai yang cukup menarik dan kerap luput dari perhatian, yakni Pantai Mbuluk. Pantai ini terletak di antara Pantai Baron dan Pantai Kukup, berdekatan pula dengan Pantai Mesra.

Pantai Mbuluk memang tidak memiliki garis pantai yang panjang seperti pantai-pantai lainnya di Gunungkidul. Lebar pantainya hanya sekitar satu kilometer, dengan hamparan pasir putih sepanjang kurang lebih 100 hingga 200 meter. Meski demikian, pantai ini memiliki daya tarik tersendiri berupa batu-batu putih yang berasal dari karang atau terumbu karang mati yang tersebar di sepanjang pantai.

Mengenai nama Mbuluk, setelah ditelusuri memang tidak ada sejarahnya. Namun arti dari mbuluk ini sama dengan reget dalam bahasa Jawa yang berarti kotor. Diungkapkan pak Prapto yang sudah sejak simbah buyutnya di kawasan pantai ini, dahulunya dipantai ini banyak wadah gerabah yang digunakan untuk membuat garam. "Dulu di sini kotor banyak pecahan gerabah bekas tampungan air laut untuk membuat garam, sejak jaman Simbah saya dulu,"ujarnya.

Karang bolong di pantai Mbuluk Gunungkidul (Foto:RRI/Rini)

Keindahan Pantai Mbuluk juga didukung oleh tebing-tebing karang yang kerap dijadikan spot foto oleh wisatawan. Salah satu ikon pantai ini adalah batu karang bolong, yang oleh warga setempat disebut sebagai “karang bolong”. Di atasnya telah disediakan area khusus untuk berfoto, dari mana pengunjung dapat menikmati pemandangan Pantai Krakal, Pantai Mesra, hingga Pantai Mbuluk itu sendiri.

Suasana Pantai Mbuluk cenderung tenang dan cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati deburan ombak di antara bebatuan. Pada saat air laut surut, wisatawan juga dapat melihat aktivitas nelayan lokal yang memancing ikan di sekitar pantai.

Diungkapkan juga oleh salah satu pengunjung, Yono Sukirin bahwa pantai ini memang punya keunikan tersendiri walaupun tidak selebar pantai pantai lain nya namun keindahan karang bolong dengan batu putih nya membuat mata dimanjakan. "Memang pendek ya pantai nya tapi unik keindahan karang bolong dan batu putihnya," ucapnya.

Yono Sukirin Pengunjung pantai Mbuluk Gunungkidul Sabtu 31 Januari 2026.(Foto:RRI/Rini)

Untuk berkunjung ke Pantai Mbuluk, wisatawan cukup membayar satu kali tiket masuk kawasan Pantai Baron sebesar Rp15.000 per orang. Sementara itu, saat masuk ke masing-masing pantai hanya dikenakan biaya parkir. Tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp3.000.

Dengan keindahan alam yang masih alami dan suasana yang relatif sepi, Pantai Mbuluk bisa menjadi alternatif destinasi wisata menarik untuk menghabiskan akhir pekan di Gunungkidul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....