Kehadiran Pasar Buah Lengkapi Kawasan Wisata Pantai Baron

  • 31 Jan 2026 11:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul – Perjalanan menuju Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selalu menghadirkan kenangan tersendiri. Pantai yang berada di kawasan pesisir selatan ini dapat ditempuh melalui dua jalur utama, yakni jalur Imogiri Timur dan jalur Piyungan. Pada kesempatan kali ini, perjalanan dilakukan melalui jalur Imogiri Barat.

Rute Imogiri Barat ditempuh dengan melewati kawasan Siluk, terus menanjak ke arah Nawungan, hingga bertemu perempatan JJLS atau Jalan Jalur Litas Selatan. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan mengambil arah menuju Pantai Baron. Jalur Siluk terbilang tidak terlalu ramai kendaraan, namun pengendara perlu ekstra waspada karena kondisi jalan di beberapa titik masih berlubang. Meski demikian, volume kendaraan yang relatif sepi membuat perjalanan terasa lebih tenang.

Setelah memasuki Jalan Lingkar Selatan, kondisi jalan mulai membaik. Akses yang lebar dan mulus membuat perjalanan menuju kawasan Pantai Baron menjadi lebih nyaman dan lancar hingga tiba di lokasi.

Sesampainya di Pantai Baron, pengunjung dikenakan tarif retribusi masuk sebesar Rp15.000 per orang. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua, akan dikenakan tambahan tarif parkir motor sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak jauh dari kawasan pantai, terdapat Pasar Buah Baron atau yang dikenal masyarakat sebagai pasar pisang. Pasar ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena menyediakan beragam hasil bumi dari para petani Gunungkidul. Pada akhir Januari hingga Februari, tepatnya per 31 Januari 2026, sejumlah komoditas buah sedang memasuki masa panen.

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Baron, wisatawan juga dapat menjumpai banyak warga yang menjual buah srikaya. Buah ini memang sedang memasuki musim panen. Di Pasar Buah Baron, harga srikaya ukuran besar dipatok sekitar Rp20.000 per kilogram, sementara ukuran lebih kecil dijual Rp15.000 per kilogram.

Yuli dengan dagangannya di pasar Baron Gunungkidul, Sabtu 31 Januari 2026.(Foto: RRI/Rini)

Selain srikaya, pasar ini juga menawarkan beragam jenis pisang, seperti pisang tanduk, pisang ambon, pisang merah, pisang raja koyo, pisang emas, hingga pisang susu. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau karena merupakan hasil langsung dari para petani lokal Gunungkidul.

Salah satu yang menarik perhatian adalah pisang tanduk. Ukurannya cukup besar dan tak kalah dengan pisang tanduk dari Lumajang, Jawa Timur. Menurut Mbak Yuli, salah satu pedagang di Pasar Buah Baron, pisang tanduk tersebut berasal dari Desa Mulo, Gunungkidul. Harganya bervariasi, mulai dari Rp40.000 per sisir.

"Pisang tanduk ini dari Dusun Mulo banyak kok yang besar besar. Kalau bulan Januari dan Februari ini musim nya sawo dan buah srikaya," ujar Yuli.

Buah sawo di pasar Baron Gunungkidul, Sabtu 31 Januari 2026.(Foto: RRI/Rini)

Sementara itu, pisang emas dijual sekitar Rp20.000 per sisir dengan ukuran yang cukup besar. Pisang raja koyo atau pisang susu dengan kulit tipis juga dibanderol sekitar Rp20.000 per sisir. Adapun pisang merah dijual dengan harga bervariasi antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per sisir.

Tak hanya pisang dan srikaya, buah sawo juga menjadi komoditas panen pada periode Januari hingga Februari. Buah sawo dijual dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, tergantung ukuran. Selain itu, alpukat juga tengah memasuki musim panen dengan harga berkisar antara Rp15.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Sudaryono saat membeli pisang di pasar Pantai Baron Sabtu 31 Januari 2026 (Foto: RRI/Rini)

Sementara itu diungkapkan Sudaryono warga Grojogan Tamanan bahwa setiap wisata ke Baron selalu menyempatkan diri untuk membeli buah pisang atau hasil tani lainnya yang sedang musim selain untuk oleh oleh juga untuk membantu warga tani Gunungkidul. "Buah ya disini langsung dari petani lokal, harga juga tidak terlalu mahal. Yah hitung hitung juga untuk membantu petani disini," ujarnya.

Keberadaan Pasar Buah Baron menjadi pelengkap wisata Pantai Baron, yang menawarkan pengalaman berwisata sekaligus berburu hasil bumi segar khas Gunungkidul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....