Gubuk Watu Adeg, Surga Kuliner di Bantul Yogyakarta
- 20 Mei 2026 21:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Daerah pinggiran Yogyakarta seperti bantul kini menjadi primadona berkat hadirnya tempat-tempat makan berkonsep alam. Salah satu yang tengah mencuri perhatian adalah Gubuk Watu Adeg.
Terletak jauh dari kebisingan kota, Gubuk Watu Adeg menawarkan sensasi makan di tepi sawah, dengan panorama alam yang memukau. Tempat ini menjadi pelarian sempurna bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencari suasana tenang sambil menyantap hidangan khas pedesaan.
Meskipun disebut sebagai hidden games, lokasi Gubuk Watu Adeg sebenarnya cukup mudah dijangkau terutama bagi yang sedang berwisata ke arah perbukitan Dlingo. Lokasinya ada di RT 13, Mangunan, Kec. Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta . Terletak di kawasan mangunan yang terkenal dengan wisata alamnya, tempat ini sangat cocok dijadikan pemberhentian untuk sarapan atau makan siang setelah mengunjungi Kebun Buah atau Hutan Pinus.
Owner Watu Adeg, Sudarmono 41 tahun, Rabu 20 Mei 2026, mengatakan, awal mula muncul ide membangun tempat wisata ini saat ia berkunjung ke Ubud Bali di tahun 2024, ia melihat lokasi tempat wisata disana persis seperti sawah milik orangtuanya di bantul. Mulai saat itulah ia menyulap lahan yang dulunya hanya digunakan untuk bercocok tanam, menjadi objek wisata kuliner lengkap dengan gubuk dan jembatan dari bambu.
“Saya merancang sendiri jembatan bambu dan gubug tempat masak dan lesehan, akhirnya petani yang lahannya ada disini juga ikut membangun gazebo, makanya untuk gazebo ada biaya sewa 20 ribu per jam, karena gazebo ini bukan milik saya”, ujar Darmono.

Akhir tahun 2025 tempat ini mulai dibuka untuk umum dan mulai diperkenalkan lewat media sosial oleh para konten kreator lokal. Sejak saat itulah peningkatan jumlah pengunjung dirasa sangat signifikan, terutama dihari-hari libur. Darmono mengakui pihaknya masih memiliki kekurangan saat melayani pengunjung yang membludak. Kedepan ia ingin memperbaiki pelayanan agar pengunjung tidak kecewa.
“Saya juga berharap bisa membangun ruang meeting dan area bermain untuk anak di tempat ini. Sebenarnya banyak yang mau invest untuk mengembangkan tempat ini. Tapi saya ingin memanfaatkan warga lokal agar kami maju bersama,” katanya.
Konsep bangunan yang didominasi unsur kayu dan Bambu, membuat tempat ini sangat nyaman. Pengunjung bisa memilih duduk lesehan sambil merasakan hembusan angin sawah yang sejuk sambil memandang gemericik air di sungai berbatu.
Gubug Watu Adeg menonjolkan menu-menu masakan rumah dan tradisional yang menggugah selera. Menu yang disajikan sangat kental dengan nuansa ‘ndeso’ yang otentik. Pecel sayur, ikan wader goreng, dan sambel belut menjadi primadona yang paling banyak dicari pengunjungnya. Tersedia pula ayam kampung goreng, bebek goreng, tempe, tahu serta berbagai olahan sayuran segar. Tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk makan di sini. Harga menu mulai dai Rp10.000 hingga Rp35.000 per porsi, sangat ramah dikantong mahasiswa maupun keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....