Jogja Heritage Track, Membawa Wisatawan Berkeliling Nikmati Sumbu Filosofi

  • 25 Jan 2026 23:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sumbu filosofi adalah garis imajiner yang membentang dari Gunung Merapi di utara menuju Laut Selatan, yang tercermin pada susunan ruang kota di sekitar Keraton seperti Tugu Golong Gilig, Kraton, serta titik-titik lain di Yogyakarta. Hal ini mengandung nilai sejarah dan budaya yang tinggi, namun selama ini masih belum banyak dikenal secara luas.

Untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang makna sumbu filosofi serta warisan budaya Yogyakarta, Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan program Jogja Heritage Track berupa layanan bus wisata.

Dalam perjalanan berdurasi sekitar 1-2 jam, wisatawan diajak berkeliling kota dengan pemandu edukatif yang memberikan penjelasan singkat dan terstruktur tentang situs-situs yang dilalui. Seorang edukator untuk Jogja Heritage Track, Wibisono menjelaskan jika JHT ini memiliki beberapa rute andalan.

“Disini terdapat beberapa rute tapi yang utama itu ada Sangkaning Dumadi, Paraning Dumadi dan yang paling panjang (durasinya), Sangkan Paraning Dumadi yang merupakan gabungan kedua rute tadi,” ujar Wibisono, Senin, 26 Januari 2026.

Sangkan Paraning Dumadi dimaknai dalam tiga unsur, yakni sangkan yang berarti asal mula atau asal-usul kehidupan, paraning sebagai arah atau tujuan yang hendak dicapai, serta dumadi yang merujuk pada proses penciptaan dan kehidupan itu sendiri. Konsep ini mengajarkan bahwa manusia perlu memahami dari mana kehidupan berasal, bagaimana proses kehidupan dijalani, serta kemana tujuan akhir dari kehidupan tersebut.

Selain itu, terdapat rute lain, seperti Colonial Heritage yang mengulas sejarah kolonialisme di Yogyakarta, serta The Legacy yang menyoroti legitimasi dan kekuasaan raja-raja Mataram Islam. Terdapat pula rute terbaru dan paling unik, yakni Jogja Culinary, yang tidak hanya menyajikan cerita sejarah kuliner, tetapi juga mengajak peserta mencicipi sejumlah makanan khas Yogyakarta.

JHT telah diperkenalkan sejak Maret 2022, dan hingga saat ini peserta dapat mengikuti secara gratis. “JHT ini memang salah satu program unggulan dari Dinas Kebudayaan yang operasionalnya menggunakan Danais atau Dana Keistimewaan, yang menyebabkan peserta yang menikmati program ini tidak dipungut biaya sama sekali,” ujar Wibisono.

Jika ingin mengikuti tur Jogja Heritage Track, wisatawan perlu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi program ini. Reservasi dapat dilakukan mulai tiga hari sebelum tanggal keberangkatan, dibuka pada siang hari pukul 12.01 WIB melalui laman resmi www.jogjaheritage.com sebelum kuota peserta terpenuhi. (aryasena)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....