Kucuran KUR 300 Triliun, Wamen UMKM Sebut Pemerintah Serius Dukung UMKM Naik Kelas

  • 17 Jul 2026 21:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Helvi Yuni Moraza selaku Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, melakukan kunjungan kerja ke Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Kabupaten Kulon Progo, Jumat,17 Juli 2026. Dalam kunjungannya, Wamen UMKM disambut langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, beserta jajaran.

Wamen UMKM RI Helvi Yuni Moraza menegaskan, pelaku UMKM merupakan "pejuang kemanusiaan" mengingat sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo, Helvi memaparkan dua pilar utama yang wajib diselesaikan demi mendorong UMKM "naik kelas", yakni aspek pembiayaan (permodalan) dan aspek pemasaran produk.

"Kalau permodalan, pelaku usaha mungkin masih bisa meminjam kiri-kanan untuk sementara. Namun, jika urusan pasar dan pemasaran tidak ada, UMKM bisa terjebak. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah melalui PLUT ini dirancang untuk mendampingi dan memfasilitasi UMKM agar mampu bersaing," ujarnya.

Demi mendukung permodalan UMKM, pemerintah kini telah mengalokasikan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun, di mana Rp285 triliun di antaranya, dialokasikan khusus untuk sektor UMKM. Pemerintah juga memberikan kemudahan berupa fasilitas pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan bagi pelaku usaha yang memenuhi syarat.

Selain permodalan, Kementerian Koperasi fokus pada program digitalisasi dan perluasan pasar seperti kolaborasi lintas sektoral, pemanfaatan Smesco Indonesia hingga transformasi digital di PLUT.

Helvi memandang, Kulon Progo memiliki potensi geografis yang sangat strategis karena dekat dengan bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM industri kreatif, khususnya di bidang fesyen dan kriya, untuk mengisi stan-stan premium dengan produk bermutu tinggi namun tetap kompetitif.

"Kami berharap pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus bersinergi, menjaga dan menyuntikkan program pendukung bagi keberlanjutan PLUT. Agar visi mengubah pengusaha mikro menjadi pengusaha menengah dan besar dapat terwujud secara merata," ucapnya.

Dukung UMKM Kulon Progo

Sementara itu, Wakil Bupati Ambar Purwoko mengatakan, pihaknya untuk terus mendorong UMKM lokal agar mampu bersaing di kancah yang lebih luas. Target utamanya adalah membawa seluruh pelaku usaha di Kulon Progo untuk bisa "naik kelas".

Ambar juga berharap, Kementerian Koperasi memberikan perhatian lebih melalui dukungan program dan kemudahan akses permodalan bagi para pelaku usaha di Kulon Progo.

"Pak Menteri, saya titip, mohon dukungan dan bantuan untuk UMKM di Kulon Progo. Kami yakin, Pak Menteri sudah sangat memahami dukungan dan support apa saja yang paling dibutuhkan oleh para pelaku usaha kita saat ini," ucapnya, menandaskan.

Pemkab Kulon Progo berharap sinergi yang kuat antara kementerian pusat dan pemerintah daerah ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan, demi mewujudkan UMKM Kulon Progo yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan, PLUT di Kulon Progo dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 dan telah beroperasi secara penuh sejak Januari 2025. Khusus untuk PLUT KUMKM Kulon Progo, total alokasi anggaran DAK yang dikucurkan mencakup pembangunan fisik gedung serta sarana prasarana (sapras) pendukung mencapai sekitar Rp8,5 miliar.

Iffah mengungkapkan bahwa peresmian oleh Wamenkop Tersebut menjadi kebanggaan besar, baik bagi dinas maupun bagi seluruh UMKM binaan di Kulon Progo. Berdasarkan data agregat tahun 2026, Kabupaten Kulon Progo tercatat memiliki 22.350 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pengolahan produksi, food, fashion, craft, hingga sektor jasa.

"Kehadiran PLUT ini menjadi 'rumah besar bersama' yang inklusif bagi koperasi maupun UMKM di Kulon Progo. Di sini, pelaku usaha bisa mendapatkan berbagai pelayanan mulai dari legalitas, pendampingan produksi, hingga fasilitasi pemasaran baik secara online maupun offline. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, kualitas, kuantitas, serta kontinuitas produk agar UMKM kita lebih tangguh dan profesional," ujarnya.

Iffah tidak menampik adanya tantangan, terutama terkait keberlanjutan pendanaan operasional dalam mendampingi puluhan ribu UMKM binaan. Untuk mengatasi hal ini, tengah disiapkan inovasi berupa penerapan skema kolaborasi Pentahelixm

Strategi ini akan mengintegrasikan lima unsur utama secara gotong royong dan saling menguntungkan (mutualisme), yaitu pemerintah, sektor swasta melalui program CSR atau sponsor, komunitas, akademisi melalui program pengabdian masyarakat, serta media massa untuk mempublikasikan eksistensi produk lokal.

"Melalui sinergi ini, PLUT Kulon Progo diharapkan dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan dalam mencetak SDM UMKM yang unggul," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....