Cilok Hoki Ekspansi Empat Cabang di Yogyakarta
- 23 Feb 2026 09:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Usaha kuliner Cilok Hoki terus menunjukkan geliat positif di tengah persaingan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) jajanan kaki lima di Yogyakarta. Dalam dua tahun terakhir, usaha milik Janoko ini berkembang pesat dengan membuka empat cabang di sejumlah titik strategis yang dekat dengan kawasan pendidikan dan permukiman warga. Keberadaan Cilok Hoki menjadi alternatif jajanan favorit bagi mahasiswa, pelajar, hingga karyawan.
Aden, karyawan Cilok Hoki, menjelaskan bahwa usaha tersebut berdiri sejak 2004 dan kini telah memiliki empat cabang. “Nama saya Aden, di sini sebagai karyawan. Pemiliknya Pak Janoko. Usaha ini sudah kurang lebih dua tahun berjalan di cabang yang ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, empat cabang tersebut berada di Kledokan, Perumnas, Babarsari, serta Barsa City yang kerap berkeliling hingga kawasan Nologaten. Menurut Aden, pemilihan lokasi usaha didasarkan pada potensi pasar yang besar di sekitar kampus dan sekolah.
Banyaknya mahasiswa serta pelajar menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM. “Sekarang UMKM jajanan itu sangat banyak, tapi peluangnya juga besar, apalagi dekat universitas dan sekolah. Itu yang jadi alasan buka usaha ini,” katanya.
Ia menilai, kedekatan dengan pusat pendidikan membuat perputaran pembeli relatif stabil.

Meski demikian, penjualan Cilok Hoki mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan. Pada hari biasa, gerai buka sejak pukul 10.00 dengan jumlah produksi lebih dari 300 porsi per hari. Namun saat Ramadan, operasional dimulai sore hari dengan jumlah sekitar 200 porsi. “Biasanya konsisten mendekati 300, sekarang kami bawa sekitar 200 saja karena menyesuaikan waktu dan kondisi,” ucapnya.
Faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Hujan dan angin kencang dapat memengaruhi penjualan sekaligus kenyamanan berjualan di lapangan. “Hujan sangat berpengaruh, apalagi kalau sudah ada angin. Banyak yang terbang dan pembeli juga berkurang,” ujarnya.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti isian cilok juga turut berdampak pada biaya produksi, meski harga jual tetap diupayakan terjangkau.

Dari sisi konsumen, Cilok Hoki mendapat respons positif. Andini, salah satu pembeli, mengaku menyukai tekstur dan cita rasa yang ditawarkan. “Jarang nemu cilok yang teksturnya seimbang kayak gini. Biasanya kalau nggak terlalu keras ya terlalu lembek. Di Cilok Hoki kenyalnya pas dan bumbu kacangnya itu gurih,” katanya.
Ia menambahkan bahwa harga yang ramah di kantong mahasiswa menjadi nilai tambah tersendiri. Aden menilai keunggulan utama Cilok Hoki terletak pada konsistensi rasa dan kualitas produk. Ia mengaku pernah membandingkan dengan produk serupa di tempat lain, namun tetap yakin dengan cita rasa yang ditawarkan gerainya.
Dengan empat cabang yang aktif beroperasi, Cilok Hoki optimistis dapat terus berkembang dan mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan jajanan kaki lima yang semakin ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....