Perguruan Tinggi Swasta Hadapi Ancaman Nyata

  • 27 Jun 2026 22:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ekspansi kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri yang dilakukan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), memberikan tekanan serius terhadap stabilitas keuangan perguruan tinggi swasta (PTS). Kondisi tersebut, mengancam keberlangsungan sejumlah PTS.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Profesor Zuly Qodir menilai, fenomena tersebut telah berlangsung dalam empat tahun terakhir. Dan hingga kini, menunjukkan kecenderungan yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut Zuly, persaingan yang tidak seimbang mendorong banyak PTS mengambil langkah-langkah strategis untuk mempertahankan jumlah mahasiswa. Seperti menurunkan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP), memberikan potongan biaya kuliah, hingga memperluas skema beasiswa internal.

Namun, strategi tersebut dinilai memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan finansial institusi. ”Kalau kita menerima banyak mahasiswa, tetapi biayanya diturunkan atau memperbanyak beasiswa dari internal kampus, maka keuangan PTS bisa collapse,” katanya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, dampak paling kritis dari menurunnya jumlah mahasiswa adalah ancaman penutupan prodi. Ketika sebuah prodi tidak lagi memiliki jumlah mahasiswa yang memadai, keberlanjutan operasionalnya menjadi sulit dipertahankan.

”Jika jumlah mahasiswa terus menurun, maka program studi berpotensi ditutup,” ujarnya. ”Ini menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi banyak PTS di Indonesia.”

Selain persaingan dengan PTNBH, Zuly juga menyoroti perubahan peta pendidikan tinggi nasional. Bertambahnya jumlah perguruan tinggi di berbagai daerah, membuat banyak calon mahasiswa memilih melanjutkan studi lebih dekat dengan domisili mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....