Kompetisi Sepakbola Top Bergulir, Publik Diingatkan Hindari Streaming Ilegal
- 26 Agt 2026 13:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bergulirnya kompetisi sepak bola liga-liga top Eropa kembali menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di Indonesia. Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan klub-klub favorit pun meningkat, termasuk melalui berbagai platform digital.
Namun, di tengah kemudahan akses tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda menggunakan layanan streaming ilegal yang menayangkan pertandingan tanpa izin.
Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto menyatakan, tayangan pertandingan olahraga merupakan bagian dari konten yang memiliki nilai ekonomi dan berkaitan dengan hak eksklusif pemegang hak. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami, menonton melalui kanal yang tidak memiliki hak penayangan bukan sekadar persoalan pilihan platform, tetapi dapat berkaitan dengan pelanggaran terhadap kekayaan intelektual.
“Antusiasme terhadap sepak bola tentu merupakan hal positif. Namun, masyarakat juga perlu menjadi penonton yang cerdas dengan memilih layanan resmi. Jangan sampai kecintaan terhadap klub atau kompetisi justru mendorong kita mengakses tayangan dari sumber ilegal,” ujar Agung, Senin, 24 Agustus siang.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat konten pertandingan semakin mudah didistribusikan. Pada saat yang sama, kondisi tersebut juga membuka peluang terjadinya pelanggaran hak cipta melalui penggandaan, pendistribusian, atau penyiaran ulang suatu tayangan tanpa izin.
Agung menilai kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Pengguna internet tidak hanya berperan sebagai konsumen konten, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak pihak yang telah menghasilkan, membeli, atau mengelola hak atas suatu tayangan.
“Memilih platform resmi berarti kita ikut menghargai kerja keras pemilik hak, penyelenggara kompetisi, klub, pemain, dan seluruh industri yang berada di belakang sebuah pertandingan. Ini juga menjadi bagian dari budaya menghormati kekayaan intelektual,” kata dia.
Perlindungan hak cipta dan hak terkait
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum DIY, Evy Setyowati Handayani, menerangkan, persoalan streaming ilegal perlu dilihat dari perspektif perlindungan hak cipta dan hak terkait.
Dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga profesional, terdapat berbagai pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusi tayangan. Mulai dari penyelenggara kompetisi, lembaga penyiaran, pemegang lisensi, hingga pihak lain yang memperoleh hak untuk menyiarkan atau mendistribusikan pertandingan.
Ketika suatu tayangan disiarkan kembali melalui situs atau platform yang tidak memperoleh izin, tindakan tersebut berpotensi merugikan pemegang hak karena konten yang memiliki nilai ekonomi dimanfaatkan tanpa kewenangan.
“Pertandingan sepak bola memang merupakan sebuah peristiwa olahraga. Namun, tayangan audiovisual yang diproduksi dan didistribusikan untuk kepentingan penyiaran memiliki aspek kekayaan intelektual. Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara menyaksikan pertandingan melalui kanal resmi dan mengakses tayangan dari sumber yang tidak memiliki hak,” ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap situs streaming ilegal yang menawarkan akses gratis. Selain persoalan hukum, situs semacam itu dapat membawa risiko lain bagi pengguna, seperti iklan berlebihan, tautan berbahaya, hingga potensi pencurian data.
Menurut Evy, cara paling sederhana untuk ikut menghormati hak kekayaan intelektual adalah dengan memastikan pertandingan ditonton melalui platform atau saluran resmi yang memiliki hak penayangan.
Kanwil Kemenkum DIY mendorong momentum kompetisi sepak bola Eropa menjadi kesempatan untuk meningkatkan literasi kekayaan intelektual di tengah masyarakat. Dengan demikian, meriahnya kompetisi sepak bola liga-liga top Eropa dapat dinikmati tanpa mengabaikan aspek hukum. Dukung klub favorit, nikmati pertandingannya, dan pastikan menonton melalui kanal resmi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....