Shelter Sehati, Rumah Singgah Pasien Kurang Mampu
- 02 Feb 2024 22:08 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Dompet Dhuafa menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan 'Shelter Sehati Rumah Singgah', untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien kurang mampu.
Shelter ini berfungsi sebagai rumah singgah baik bagi pasien maupun pendamping yang ingin menginap, tanpa pungutan biaya apapun.
Hal tersebut seiring, dengan beberapa hal dalam proses pengobatan pasien, yang tidak seluruhnya tertutup oleh BPJS maupun KIS. Termasuk di antaranya yaitu transportasi dari rumah menuju rumah sakit. Belum lagi jika si pasien mendapatkan rujukan rumah sakit yang sangat jauh hingga ke luar daerah bahkan luar pulau.
Shelter Sehati Rumah Singgah, salah satunya berada di Nogosaren Kidul No. 198B, Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY. Mulai beroperasi pada 6 Desember 2023 lalu, Shelter Sehati Dompet Dhuafa Yogyakarta sudah melayani 9 pasien yang pernah tinggal di sana.
Salah satu driver ambulans yang tinggal di Shelter, Selamet Widodo mengatakan, mayoritas yang menempati Shelter Sehati ini adalah pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah-rumah sakit rujukan utama di Yogyakarta, yaitu RS Akademik UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan RS Panti Rapih Yogyakarta.
“Fasilitas yang didapat pasien atau penerima manfaat Rumah Singgah adalah tempat tinggal, makan sehari-hari, dan transportasi ke rumah sakit. Semuanya gratis. Kami upayakan memberikan layanan sebaik mungkin,” kata Widodo, Jumat (2/2/2024).
Selain Widodo, ada 3 orang lagi yang menetap di rumah singgah yang selalu siaga setiap ada pasien ataupun warga yang membutuhkan.
Pasien yang saat itu masih tinggal di rumah singgah adalah wanita paruh baya asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia sedang menjalani pengobatan kanker serviks yang telah didiagnosis setahun sebelumnya. Selama tinggal di rumah singgah, ia ditemani oleh anak laki-lakinya.
Menurut cerita dari sang anak, mereka tiba di rumah singgah sejak akhir Desember 2023, dua pekan usai rumah singgah mulai beroperasi.
“Biasanya kalau waktu bertobat gini, tinggalnya di rumah singgah pasien dekat RS Sardjito. Kebetulan di sana penuh. Kami cari alternatif dari driver ambulans di rumah singgah itu, (kemudian) diarahkan ke Dompet Dhuafa. Selama di sini ya adem, sejuk. Kata ibu juga nyaman di sini,” ucapnya.
Ia juga menceritakan bahwa mulanya sang ibu dirujuk di RSUD Banjarnegara. Kemudian dirujuk lagi di RSUD Margono Purwokerto. Kebetulan di sana ada dokter residen yang juga adalah dokter di RS Sardjito. Setelah itu, ia dirujuk dan diobservasi di RS Sardjito, hingga terus menjalani pengobatan di sana.
Pengakuan rasa senang dari pasien menjadi semangat bagi Dompet Dhuafa untuk semakin meningkatkan pelayanan.
Pada shelter ini, Dompet Dhuafa tidak melakukan pemungutan biaya apapun dari setiap pasien dan pendamping yang menginap. Mereka pun diperbolehkan untuk tinggal selama yang mereka butuhkan.
Ada 10 ruang/bed yang tersedia, terdiri dari 5 ruang standar, 4 ruang bagi pasien anak, dan 1 ruang khusus. Rumah Singgah ini juga memiliki dapur bersama, kamar mandi, tempat menjemur, dan fasilitas untuk kebutuhan rumahan lainnya. Selain itu, rumah singgah ini juga memiliki 2 unit ambulans (pasien dan jenazah/Barzah) untuk antar-jemput pasien.
"Ini merupakan hasil pengelolaan daripada dana zakat, infak dan sedekah yang dititipkan oleh para muzakki melalui Dompet Dhuafa. Kebaikan ini dapat terwujud atas kepercayaan dari seluruh kalangan masyarakat, khususnya para donatur dan para penerima manfaat," kata Corcom Dompet Dhuafa, Bani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....