Dinas Tindak Lanjuti Dugaan Antraks di Semanu

  • 07 Okt 2026 07:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul melakukan penanganan terhadap dugaan kasus antraks di Padukuhan Pelem dan Kerdon, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu. Penanganan dilakukan melalui surveilans, pemberian antibiotik serta vaksinasi terhadap ternak yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, drh. Nanik Triana mengatakan, vaksinasi menyasar ternak sapi dan kambing di sekitar lokasi. Hingga saat ini, sekitar 30 ekor ternak telah mendapatkan vaksinasi.

“Vaksinasi dilakukan untuk memberikan kekebalan pada ternak di sekitar lokasi terhadap bakteri penyebab antraks. Vaksinasi rencananya akan diulang enam bulan kemudian untuk mempertahankan kekebalan ternak,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan, pihaknya menerima laporan mengenai dugaan kejadian tersebut pada awal September 2026. Namun, saat petugas mendatangi lokasi, bangkai ternak yang dilaporkan mati sudah tidak ditemukan.

Berdasarkan informasi yang diterima petugas, bangkai ternak tersebut telah diolah dan dikonsumsi warga melalui tradisi brandu.

Kondisi tersebut membuat petugas mengambil sampel tanah dari lokasi yang sebelumnya digunakan untuk menyembelih ternak. Sampel kemudian dikirim untuk pemeriksaan di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates.

“Hingga 29 September, hasil pemeriksaan resmi dari BBVet Wates belum kami terima. Sampel yang diperiksa berupa tanah bekas lokasi penyembelihan,” ucapnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan ternak yang mati secara tidak wajar. Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat segera melakukan pemeriksaan dan penanganan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit.

Masyarakat juga diminta tidak menyembelih ternak yang sedang sakit maupun mengolah ternak yang mati untuk dikonsumsi atau diperjualbelikan.

Menurut Nanik, langkah tersebut penting dilakukan karena sejumlah penyakit pada hewan dapat menular kepada manusia atau bersifat zoonosis, termasuk antraks.

“Jangan memotong ternak yang sakit atau mati untuk dikonsumsi maupun diperjualbelikan. Kalau ada ternak mati tidak wajar, segera laporkan supaya bisa diperiksa,” kata dia.

Sementara itu, terkait lalu lintas ternak dari wilayah tersebut, Nanik mengatakan ternak yang telah mendapatkan vaksinasi masih diperbolehkan untuk dilalulintaskan dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus melakukan pemantauan di wilayah sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit dan memastikan kondisi kesehatan ternak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....