Kemendikdasmen & Pemprov DIY Perkuat Peluang Kerja Luar Negeri bagi SMK

  • 06 Okt 2026 06:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRO.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY menerima audiensi dari Direktorat Pendidikan Menengah yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Pareanom - Kantor Gubernur DIY, Senin 5 Oktober 2026. Audiensi ini membahas penguatan program pemagangan kerja ke luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan di DIY sebagai langkah menjajaki karier internasional sekaligus solusi atas keseimbangan penyerapan tenaga kerja.

Mengenai hasil audiensi tersebut, Arie Wibowo Khurniawan selaku direktur sekolah menengah kejuruan menyampaikan bahwa audiensi ini menerima tanggapan yang positif dari yang bersangkutan Wakil Gubernur DIY. “ Alhamdulilah diterima oleh Pak Wagub (Wakil Gubernur). Beliau merespon dengan luar biasa dan titip pesan bahwa ini program bersama yang harus dijaga antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.”

Lebih lanjut, Raden Suci Rohmadi, selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) pemerintah DIY, menjelaskan bahwa program ini dibentuk untuk memfasilitasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ingin bekerja ke luar negeri pascalulus dalam skema magang karena peluang di daerah tidak sebanyak di luar negeri.

“saya kira sesuatu yang baik yang merupakan program Pemerintah pusat dan kerjasama Dengan kami di daerah dalam rangka Memberikan pekerjaan bagi lulusan SMK Yang ada di DIY yang akan ke luar negeri. Jadi ini kan salah satu terobosan, karena kita ketahui Bahwa peluang kerja di Daerah atau peluang kerja di nasional kan mungkin tidak sebanyak nanti di luar negeri dan mereka butuh. Saya kira mempersiapkan itu.” Ujarnya saat diwawancarai usai audiensi.

Terkait dengan jumlah kepesertaan, tercatat ada peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau sekarang ini yang terdata sekitar 600an orang. Tahun ini cukup ada kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya 250 sekarang 600.”

Untuk saat ini, Jepang dan Jerman masih menjadi tujuan yang banyak dijadikan opsi utama bagi para peserta, dengan sektor pekerjaan di pelayanan lansia (caregiver) menjadi yang paling diminati di Jepang. Namun untuk menembus lingkup kerja di Jerman, penguasaan bahasa menjadi tantangan utama yang harus disiapkan sejak masa sekolah. “Tapi memang yang perlu kita harus siapkan kalau di negara-negara seperti Jerman, ya terkait dengan bahasa, memang bahasa harus mungkin kelas 10, kelas 11, kelas 12 Di SMK memang harus sudah dipersiapkan kalau memang untuk bisa bekerja Di Jerman. “

Arie Wibowo juga menambahkan bahwa pemenuhan kualifikasi untuk ke Jerman masih menjadi tantangan di tengah permintaannya yang juga banyak. “Sebenernya negara Jerman juga banyak. Tapi, untuk memenuhi kualifikasi bahasa Jerman itu butuh waktu 8 sampai 12 bulan tidak semua bisa sampai disitu makanya butuh pendidikan kita dukung terus untuk bisa menyiapkan.”

Terkait dengan prosedur resmi keberangkatan, pihak dari sekolah berfokus pada penguatan bahasa, pembekalan keterampilan, serta pengenalan budaya negara yang akan dituju, selama masa sekolah. Sementara iru, bagian proses administratif keberangkatan sepenuhnya mengikuti ketentuan dari KP2MI/BP3MI. Bagi peserta yang nantinya dapat beradaptasi dengan baik dan menunjukkan kinerja memuaskan, terbuka peluang besar untuk diangkat menjadi pegawai tetap maupun melanjutkan pendidikan yang lebih baik di negara tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....