Cara Berani Berkata Tidak tanpa Merasa Bersalah pada Orang Dekat
- 06 Okt 2026 08:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Berkata tidak kepada orang-orang terdekat seperti pasangan atau keluarga sering kali terasa sulit dibandingkan menolak permintaan orang lain.
"Ini terjadi karena biasanya semakin dekat hubungan kita dengan seseorang, semakin besar pula kepedulian kita terhadap perasaan mereka. Dan akhirnya sulit berkata tidak. Semua diiyakan tetapi akhirnya diri sendiri yang dikorbankan," ucap Konselor Puspaga Prima DIY Ardila Vindy Suryani dalam Dialog Jogja Siang Ini Pengarusutamaan Gender & Inklusi di Pro 1 Senin, 5 Oktober 2026.
Menolak sesuatu sebenarnya bisa dilakukan demi kebaikan diri sendiri. Menolak bukan berarti melakukan kesalahan, melainkan bentuk upaya menetapkan batasan diri.
Kondisi ini kerap berakar dari pola asuh atau kebiasaan dalam keluarga yang ditanamkan sejak kecil. Anak dituntut selalu menuruti orang tua sehingga harus mengiyakan segala hal.
Hal serupa juga kerap terjadi pada hubungan dengan pasangan, di mana muncul tuntutan untuk selalu mengerti dan menyetujui segalanya. Akibatnya, saat terpaksa menolak, timbul perasaan bersalah.
"Nah perasaan bersalah ini kita harus tahu dulu apakah memang ada kesalahan atau karena kita tidak terbiasa untuk menetapkan batasan," ucap Vindy dalam dialog tersebut.
Guna mencegah munculnya rasa bersalah saat menolak permintaan orang dekat, penting untuk tidak menghakimi diri sendiri secara negatif. Cobalah menyadari bahwa menolak bukanlah tindakan jahat dan tidak ada kesalahan nyata yang diperbuat. Rasa bersalah tersebut umumnya hadir hanya karena belum terbiasa menetapkan batasan.
"Perlu dipahami bahwa dalam interaksi atau hubungan dengan orang lain termasuk orang tua dan pasangan, bilang tidak bukan berarti tidak sayang atau tidak menghormati, tetapi ini cara membuat batasan diri dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan orang lain," ujar Vindy menutup dialog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....