Karang Taruna Kulon Progo Kuatkan Ideologi Pancasila Generasi Muda

  • 25 Agt 2026 14:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, KULON PROGO — Karang Taruna Kabupaten Kulon Progo berupaya menguatkan Ideologi Pancasila dan Pencegahan Narkoba pada generasi Muda. Hal ini salah satunya diwujudkan dengan kegiatan bertajuk "NGOPI KEBANGSAAN: Ngobrol Santai Soal Pancasila, Narkoba & Anak Muda", Selasa, 25 Agustus 2026 di Pendopo Kafe, Triharjo, Wates, Kulon Progo.

Acara ini mengusung tema "Penguatan Ideologi Pancasila dan Pencegahan Narkoba sebagai Benteng Pemuda dari Ancaman Intoleransi, Radikalisme, serta Perusakan Generasi". Untuk memperkuat wawasan, hadir sebagai Narasumber, Kepala Kesbangpol Kulon Progo, perwakilan Kodim 0731 Kulon Progo dan Perwakilan Polres Kulon Progo.

Ketua Karang Taruna Kulon Progo, Tamyus Rochman, menyampaikan, generasi muda memiliki peran sentral dan strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa serta tatanan sosial di daerah.

"Saat ini ancaman terhadap pemuda tidak hanya datang dari paham intoleransi dan radikalisme yang mengikis nilai-nilai Pancasila, tetapi juga dari maraknya bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba yang berpotensi merusak masa depan generasi penerus," ujarnya.

Tamyus Rochman, menambahkan, melalui diskusi santai ini, para pemuda diharapkan semakin cinta terhadap tanah air, khususnya Kulon Progo.

"Bangga menjadi anak Kulon Progo, serta terhindar dari bahaya narkoba dan kenakalan remaja," ujarnya.

Tamyus menjelaskan, forum ini diselenggarakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Melalui momentum tersebut, Karang Taruna berkomitmen mendorong pemuda lokal untuk tetap berkontribusi di daerahnya sendiri serta melestarikan adat istiadat dan kebudayaan Kulon Progo.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan Karang Taruna tingkat kabupaten dan 12 kapanewon, serta 10 Organisasi Kepemudaan di Kulon Progo, seperti Ansor (Nahdlatul Ulama), Pemuda Muhammadiyah, KNPI, dan organisasi lainnya.

Melalui forum ini, jelas Tamyus, Karang Taruna Kulon Progo menargetkan pembekalan pemahaman yang komprehensif terkait pengamalan nilai-nilai Pancasila serta langkah nyata pencegahan narkoba di tingkat basis masyarakat.

Harapannya, dapat tumbuh partisipasi aktif pemuda dalam pengamalan Pancasila serta penolakan tegas terhadap bahaya narkoba. Terbentuknya gagasan kreatif dan komitmen pemuda Kulon Progo dalam menciptakan gerakan Pemuda Bersinar (Bersih Narkoba) dan Toleran. Serta Terjalinnya sinergi antar-pemuda di Kulon Progo serta menguatkan semangat kolaborasi untuk membumikan nilai Pancasila secara lebih luas.

"Kami berharap ini mampu membentuk benteng pertahanan pemuda Kulon Progo yang solid, toleran, berkarakter, dan bersih dari narkoba," ucapnya.

Menanggapi perkembangan situasi politik dan sosial yang memanas di tingkat nasional maupun daerah lain, Tamyus menekankan pentingnya menjaga suasana daerah tetap kondusif, aman, dan tenteram (adem ayem).

Karang Taruna Kulon Progo mengimbau para pemuda yang ingin menyampaikan aspirasi atau pendapat publik agar senantiasa mengedepankan cara-cara yang santun dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami berharap pemuda Kulon Progo tetap menjaga kondusivitas, dan ketika menyampaikan pendapat, dilakukan melalui jalur yang benar serta tidak merugikan kepentingan orang lain," ujarnya.

Kepala Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen menempatkan generasi muda sebagai subjek penting dalam memajukan daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah penting, karena pemuda sebagai mitra strategis pembangunan.

"Pemuda Kulon Progo harus membuktikan bahwa mereka memiliki daya saing yang tinggi. Kami berkomitmen menjadikan Karang Taruna dan para pemuda sebagai mitra strategis, di mana pemuda hadir sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek," ujarnya.

Guna menghadapi berbagai tantangan sosial dan pembangunan ke depan, Kesbangpol Kulon Progo mendorong generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kapasitas intelektual dan nilai-nilai karakter kebangsaan.

Ada lima kriteria utama yang diharapkan melekat pada diri pemuda Kulon Progo, yakni Berpikir Kritis, Solutif, Berani dan Santun, Modern dan berakar Nilai Kebangsaan.

Lebih lanjut, Pratiwi mengingatkan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak berhenti pada level hafalan semata, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata serta ajakan positif di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain penguatan ideologi, Pemkab Kulon Progo mendorong wadah Karang Taruna di tingkat kalurahan untuk terus meningkatkan kemandirian melalui unit usaha ekonomi produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....