Ekspansi Pabrik di Semin Gunungkidul Serap 1.000 Tenaga Kerja Baru

  • 04 Okt 2026 10:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memfasilitasi rencana ekspansi PT JSK Midaser dan PT Woneel Midas Rits di wilayah Candirejo, Kapanewon Semin. Ekspansi tersebut ditargetkan mampu menambah sekitar 1.000 lapangan kerja baru pada 2027.

Perwakilan PT JSK dan PT Woneel Sita mengatakan pengembangan usaha akan dilakukan melalui penambahan lini produksi. Selain sarung tangan yang selama ini diproduksi, perusahaan akan mengembangkan produk berupa headband dan manset.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, perusahaan berencana menambah lahan operasional sekitar 2,5 hektare yang mencakup 14 bidang tanah di wilayah Candirejo.

“Melalui ekspansi ini, perusahaan menargetkan penambahan hingga 1.000 tenaga kerja baru pada 2027. Dengan demikian, total penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 3.500 orang,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Arif Aldian mengatakan proses pengalihan manajemen dari PT Woneel kepada PT JSK tidak mengubah lini usaha, lokasi operasional, maupun status pekerja.

Menurutnya, sejumlah dokumen perizinan yang telah dimiliki perusahaan tidak perlu diproses dari awal. Penyesuaian akan dilakukan terhadap nama perusahaan dan dokumen kepemilikan sesuai ketentuan.

“Penyesuaian izin dan penyusunan akta notaris diarahkan agar berjalan paralel tanpa menghentikan operasional harian perusahaan,” ujarnya.

Terkait rencana penambahan lahan yang memiliki status Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Fajar Ridwan menyatakan pemerintah daerah siap membantu proses koordinasi dengan Kantor Pertanahan Gunungkidul maupun Kementerian ATR/BPN.

Fajar Ridwan mengatakan Pemkab Gunungkidul juga terus melakukan penyesuaian data dan kebijakan terkait lahan pertanian guna mendukung proses investasi tanpa mengabaikan ketentuan tata ruang dan perlindungan lahan pertanian.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyambut positif rencana pengembangan investasi tersebut. Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait memberikan fasilitasi dan percepatan pelayanan perizinan sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, penambahan lini produksi diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi kabar baik karena penambahan produksi headband dan manset nantinya diperkirakan menyerap kurang lebih 1.000 tenaga kerja. Kami akan mendukung melalui pengurusan dokumen dan perizinan yang tepat,” katanya.

Dari sisi infrastruktur, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan pemerintah daerah tengah memperbaiki akses jalan menuju kawasan industri Candirejo.

Pengecoran jalan dengan anggaran sekitar Rp974 juta yang bersumber dari APBD Gunungkidul tersebut ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2026.

Pemkab Gunungkidul juga telah mengusulkan peningkatan akses jalan kawasan tersebut kepada pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden atau Inpres Jalan Daerah Kementerian Pekerjaan Umum.

Selain investasi manufaktur, dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang kerja sama dengan Korea Water Resources Corporation. BUMN asal Korea Selatan tersebut menawarkan peluang hibah untuk pembangunan pembangkit listrik dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut peluang tersebut dan akan menyiapkan rencana bisnis serta pembahasan lanjutan bersama pihak Korea Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....