Menjaga Alam diTengah Ancaman Kebakaran Hutan dan Kekeringan
- 04 Okt 2026 15:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bencana alam seperti kebakaran hutan, kekeringan, dan krisis air yang terjadi hendaknya tidak hanya dilihat sebagai persoalan cuaca atau kerugian materi semata, melainkan juga sebagai ajang introspeksi diri (muhasabah) bagi umat manusia atas amanah menjaga bumi. Menjaga kelestarIan lingkungan dan alam sekitar bukan sekadar kewajiban sosIal, melainkan bagian integral dari menjalankan amanah keagamaan.
Menurut Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY, Ustadz Eko Agus Wibowo S.Sos.I, saat mengisi program religi di PRO 4 RRI Yogyakarta mengatakan bahwa terjadinya fenomena alam seperti hutan yang terbakar, lahan gundul, dan sumber air serta sumur yang mengering bukan sertamerta diartikan sebagai hukuman. Namun, kondisi tersebut harus dijadikan peringatan agar manusia tidak hanya mengeluhkan hawa panas, tetapi juga mengevaluasi sejauh mana amanah menjaga alam telah dijalankan.
Ia menyebut manusia telah dianugerahi alam yang indah, asri, dan kaya akan sumber daya. Hutan berfungsi menyediakan udara bersih, menyimpan cadangan air dan menjaga stabilitas tanah, serta menjadi tempat tinggal bagi beragam makhluk hidup. Namun, keseimbangan alam tersebut terganggu akibat tindakan tidak bertanggung jawab, seperti pembakaran hutan, penebangan pohon tanpa memperhatikan kelestarian, dan pemanfaatan lingkungan untuk keuntungan pribadi semata.
Ustadz Eko melihat fenomena kebakaran hutan, kekeringan, hingga menipisnya sumber air bersih seharusnya menjadi momentum bagi ummat Islam untuk lebih mendekatkan diri dan menyadari nikmat yang selama ini sering terabaikan. Karena menurutnya menjaga setiap tetes air dan melestarikan hutan merupakan bentuk rasa syukur atas karunia besar yang telah Alloh SWT berikan.
Untuk itu, Ustadz Eko mengajak umat Islam tidak hanya prihatin melihat bencana kebakaran hutan, tetapi juga introspeksi diri. Ia juga menghimbau umat Islam untuk memulai langkah perubahan dari hal-hal sederhana, seperti, tidak membakar hutan dan lahan secara sembrono, tidak membuang sampah ke sungai, menghemat penggunaan air bersih, dan menanam pohon serta menjaga sumber mata air serta mengedukasi keluarga dan anak-anak agar mencintai lingkungan.
Selain upaya fisik, menurut Ustadz Eko hal terpenting yang perlu ditingkatkan adalah memperbanyak istigfar dan meninggalkan kemaksiatan. Ketika musibah datang, seorang mukmin hendaknya tidak saling menyalahkan, melainkan bersimpuh memohon ampunan Alloh SWT.
Dalam akhir ceramahnya Ustadz Eko meminta umat Islam selalu berdoa agar allah swt mengampuni dosa, melindungi negeri dari bencana kebakaran dan kekeringan, dan menjadikan hujan sebagai sumber keberkahan bagi seluruh makhluk di bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....