Komisi A DPRD DIY Soroti Minimnya Anggaran Kebencanaan 2027
- 07 Sep 2026 16:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komisi A DPRD DIY menyoroti minimnya anggaran kebencanaan yang dirancang untuk tahun 2027. Ada program Penyiapan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan Bencana hanya untuk 25 keluarga.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selain memiliki ragam kuliner, alam, hingga budaya, juga memiliki potensi kebencanaan yang nyata dihadapi. Menurutnya, status siaga level III Gunung Merapi, potensi Megathrust Pantai Selatan, hingga sesar aktif, maupun berbagai ancaman akibat hidrometeorologi.
"Pertanyaannya adalah, apa yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh, masyarakat yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko bencana? Maka yang utama kalau kita melihat, belajar dari Merapi 2010 dan gempa 2006, kita menghadapi situasi yang tidak mudah," katanya, di ruang Komisi A DPRD DIY, Senin, 7 September 2026.
Eko mengungkapkan, ada beberapa hal yang penting dari rancangan anggaran untuk penanggulangan bencana di DIY yang dirancang untuk tahun 2027. Menurutnya, dari rencana belanja sebesar Rp18,3 miliar, di dalamnya terdapat program penunjang urusan pemerintahan daerah sebesar Rp15,2 miliar.
Sedangkan program penanggulangan bencana Rp2 miliar, program pencegahan penanggulangan penyelamatan kebakaran dan penyelamatan non-kebakaran Rp405,5 juta, serta program penyelenggaraan keistimewaan DIY urusan kebudayaan Rp690 juta. Tetapi lanjut Eko, saat dilakukan pencermatan, terdapat rencana yang dinilai penting untuk dievaluasi terutama dalam kesiapsiagaan bencana masyarakat di Kawasan Rawan Bencana.
Eko mengungkapkan, di dalam rancangan tersebut, terdapat program Penyiapan Peralatan Perlindungan dan Kesiapsiagaan Bencana di tahun 2027. Hanya saja yang cukup menggelitik adalah terkait jumlah sasaran penyiapan yang hanya untuk 25 keluarga, dengan indikator adalah jumlah keluarga yang berada di kawasan risiko tinggi bencana lintas kabupaten/kota.
"Jadi untuk tahun 2027, ini baru dirancang oleh Pemda untuk 25 keluarga dengan anggaran Rp 690.909.000," ucapnya.
Disamping itu, terdapat kegiatan Penyediaan Logistik Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana, dengan indikator jumlah korban bencana yang mendapatkan distribusi logistik penyelamatan dan evakuasi korban bencana yang dirancang untuk 500 orang dengan anggaran Rp 537.810.150.
"Dari angka-angka ini, anggaran yang dirancang untuk penanggulangan bencana tahun 2027 itu sangat tidak memadai, alias tidak cukup untuk mewujudkan masyarakat tangguh menghadapi bencana," ujarnya, menegaskan.
Selain anggaran yang tidak memadai, Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga melihat, anggaran-anggaran untuk mendukung simulasi atau pelatihan atau kursus, dirasakan sangat kurang dalam perencanaan anggaran tersebut. Disamping, daya dukung peralatan dan logistik yang juga sangat kecil.
"Kalau kita lihat di anggaran ini, kalau kita cermati satu per satu, itu sangat sangat menyedihkan kalau saya sebut anggaran untuk mendukung penanggulangan bencana," ujarnya, mengungkapkan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyoroti tentang daya dukung untuk membangun jaringan yang cukup memprihatinkan, karena, dalam penanggulangan bencana yang terjadi, DIY tidak hanya bisa mengandalkan BPBD. Termasuk yang juga menjadi perhatian, terkait ketersediaan logistik yang sangat terbatas.
"Kemarin kita sedih karena pada saat kekeringan, kejadiannya airnya ada, tapi mobilisasi untuk pembantu-nya tidak ada. Sehingga harus menggunakan BTT (Belanja Tidak Terduga)," ujarnya, menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....