Demi Layanan Inklusif, Pegawai Bapas Yogyakarta Belajar Bahasa Isyarat
- 03 Okt 2026 21:12 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif, sebanyak 40 pegawai Bapas Kelas I Yogyakarta turut menjalani pelatihan bahasa isyarat di Griya Abhipraya Purbonegoro, Jl. Pangurakan No. 1, Yogyakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejumlah materi yang dibahas meliputi pengenalan budaya teman tuli dan teman dengar, praktik abjad dari dari huruf A hingga huruf Z.
Ada pula pengenalan isyarat nama kabupaten/kota di DIY, hingga praktik berkomunikasi dengan bahasa isyarat seperti menyebut selamat datang, silahkan duduk, ataupun menunjukkan antrian panjang atau sedang istirahat.
Sementara pada sesi kedua para pegawai Bapas Kelas I Yogyakarta mempraktikkan langsung tata cara menuntun penyandang disabilitas netra secara aman, serta teknik mendorong kursi roda yang benar bagi penyandang disabilitas fisik saat melewati berbagai medan pelayanan.
Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta Galih Rakasiwi mengatakan kehadiran guru tuli sebagai penutur asli memberikan pengalaman belajar yang otentik.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pegawai Bapas Kelas I Yogyakarta dalam memberikan pelayanan prima tanpa hambatan komunikasi, khususnya saat berinteraksi dengan masyarakat atau klien pemasyarakatan tuli,” kata Galih, Kamis, 1 Oktober 2026.
Galih menambahkan materi sosialisasi ini menyentuh implementasi Peraturan MenPANRB No. 11 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Ramah Kelompok Rentan. Pemenuhan layanan inklusif harus mencakup aksesibilitas fisik sseperti jalur pemandu, toilet disabilitas, dan area prioritas, serta akomodasi yang layak.
Menurutnya, melalui kombinasi utuh antara Workshop Bisindo bersama PLD UIN Sunan Kalijaga serta teori dan praktik bersama HWDI (himpunan wanita disabilitas Indonesia) Kota Yogyakarta pegawai diharapkan dapat menginternalisasi prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan akses, dan perlakuan non-diskriminatif.
“Rangkaian langkah nyata ini menjadi komitmen Bapas Kelas I Yogyakarta dalam mewujudkan pelayanan prima yang ramah dan siap melayani para penyandang disabilitas,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....