Kelompencapir Lumbung Mataraman 2026: Ajang Adu Ketangkasan dan Solusi Petani DIY

  • 04 Okt 2026 02:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perhelatan Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 di Jogja Agro Park, Nanggulan, Kulon Progo, menyuguhkan salah satu agenda yang paling dinantikan dan menjadi daya tarik utama, yaitu kegiatan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa) Sabtu, 3 Oktober 2026. Bekerja sama dengan Pro4 RRI Yogyakarta melalui siaran andalannya, Mbangundesa, acara ini sukses menyedot perhatian para petani dari 4 kabupaten dan 1 kota se-DIY.

Kegiatan Kelompencapir ini diikuti oleh berbagai kelompok tani di DIY yang dengan penuh antusias beradu ketangkasan dan pengetahuan seputar dunia pertanian secara beregu.

Kegiatan Kelompencapir ini diikuti oleh berbagai kelompok tani di DIY yang dengan penuh antusias beradu ketangkasan dan pengetahuan seputar dunia pertanian secara beregu.(Foto:RRI/Titik)

Acara yang dipandu oleh trio penyiar Titik Renggani, Angger Sukisno, dan Markun ini dibuka secara menarik melalui pementasan fragmen atau drama singkat. Fragmen tersebut mengangkat isu-isu krusial yang tengah dihadapi petani saat ini, seperti:

  • Alih fungsi lahan yang tinggi serta penurunan tingkat kesuburan tanah, yang menuntut adanya intervensi intensifikasi guna mendongkrak produktivitas.
  • Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino Godzilla, yang memerlukan langkah antisipasi terpadu demi menjaga stabilitas produksi pangan.

Sebagai ciri khas yang selalu dinanti, kegiatan Kelompencapir tidak hanya berfokus pada lomba asah terampil, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi "Sambung Rasa". Sesi ini menjadi ruang dialog interaktif yang sangat dinantikan oleh para petani untuk menyampaikan segala kendala di lapangan secara langsung.

Penonton dan para petani antusias mengikuti jalannya Kelompencapir. (Foto:RRI/Titik)

Para petani memanfaatkan kesempatan emas ini untuk berdiskusi dan berharap mendapatkan solusi praktis secara langsung dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho. Kehadiran pimpinan instansi terkait ini memberikan angin segar bagi para petani yang membutuhkan jawaban cepat dan kebijakan taktis atas permasalahan pertanian yang mereka hadapi.

Bagi masyarakat agraris di Yogyakarta, siaran Kelompencapir melalui Pro4 RRI Yogyakarta selalu menjadi program yang paling ditunggu-tunggu. Selain menjadi ajang untuk menguji wawasan dan keterampilan teknis di bidang pertanian, acara ini terbukti efektif mempererat kebersamaan antarkelompok tani sekaligus menjembatani komunikasi dua arah antara petani dan pemerintah daerah secara transparan dan solutif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....