Meneladani Kejujuran Rasulullah, Pondasi Utama dalam Kehidupan Sehari-hari
- 30 Sep 2026 20:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kejujuran merupakan salah satu nilai akhlak mendasar yang sangat penting namun kerap menghadapi tantangan dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Meneladani sifat jujur Rasulullah SAW menjadi kunci utama dalam membangun karakter dan merawat kepercayaan di tengah masyarakat.
Menurut Ustaz Jamiluddin S.Sos.I Penyuluh Agama Islam dari Kemenag DIY dalam program Religi RRI Yogyakarta, bahwa kejujuran adalah salah satu pilar utama ajaran Islam yang tidak hanya sebatas ucapan, melainkan mencakup seluruh tindakan dan aspek kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan, jujur berarti menyampaikan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Sifat ini mencakup keselarasan antara ucapan, niat di dalam hati, serta tindakan nyata.
Menurutnya jauh sebelum diangkat menjadi nabi dan menerima wahyu, Nabi Muhammad SAW telah dikenal luas oleh masyarakat Mekkah sebagai sosok yang sangat jujur. Rekam jejak moral tersebut membuat masyarakat memberikan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.
Ustaz Jamiluddin menukil firman Allah Swt dalam Surah At-Taubah ayat 119 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.”.
Ayat tersebut tidak hanya memerintahkan umat Muslim untuk berlaku jujur, tetapi juga menekankan pentingnya berada di lingkungan orang-orang yang jujur. Lingkungan masyarakat dan kepemimpinan yang jujur akan membawa keberkahan serta mencegah seseorang terjerat dalam kebiasaan berbohong.
Ia menjelaskan, kejujuran akan menuntun seseorang menuju kebaikan, dan kebaikan tersebut akan membawanya ke surga. Sebaliknya, kebohongan tidak hanya membawa seseorang pada ketidaktenangan hidup, tetapi juga menuntun pada kejahatan (fujur) dan membawa ke neraka.
Ustaz Jamiluddin menegaskan bahwa orang yang jujur akan senantiasa menjaga perilakunya meski tanpa pengawasan manusia, karena meyakini adanya pengawasan dari Allah SWT yang jauh lebih canggih dari pengawasan mana pun.
Ia mengatakan Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dalam memegang amanah. Hal ini mengajarkan bahwa amanah dan kejujuran harus tetap ditunaikan kepada siapa saja.
“Nilai-nilai kejujuran yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan modern saat ini, antara lain jujur dalam berkata, jujur dalam perdagangan, jujur dalam pekerjaan, jujur dalam pengelolaan keuangan, jujur dalam keluarga dan jujur di media sosial,” ucapnya.
Di akhir ceramahnya Jamiluddin menyebut gelar As-Sidiq (yang jujur) dan Al-Amin (yang terpercaya) pada diri Rasulullah Saw hendaknya tidak hanya menjadi sejarah, melainkan diteladani agar menjadi warisan akhlak bagi generasi penerus. Dengan menjaga kejujuran, kehidupan akan dilimpahi keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....