Memikat Pesona Jogja: Membatik Massal 1.001 di Malioboro
- 30 Sep 2026 16:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID,Yogyakarta — Untuk merayakan Hari Batik Nasional dan ulang tahun Kota Yogyakarta yang ke-270, Kadin DIY bersama Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Daerah DIY akan mengadakan acara pembatikan massal dengan tema "Simfoni 1.001 Batik" pada tanggal 3 Oktober mendatang. Acara besar ini berlangsung sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari titik Tarangan sampai area Titik Nol Kilometer, mulai pukul 06.30 hingga 11.00 WIB.
Beberapa orang yang berasal dari berbagai kalangan seperti komunitas, pelajar, ASN, serta sektor swasta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mendaftarkan diri dan menghadiri acara di pusat Kota Budaya tersebut. Inisiatif kerja sama ini dipimpin oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan Kadin DIY, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, sebagai upaya strategis untuk memperkuat keunikan daerah.
Selain menampilkan pertunjukan visual yang menarik bagi para wisatawan, acara ini juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membantu para pengrajin UMKM meningkatkan usaha mereka. Langkah nyata ini menjadi pelindung penting untuk menjaga status kehormatan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia di mata internasional.
Ketua Panitia Pelaksana, Indah Rahayu Murniati, mengatakan bahwa acara besar ini tidak hanya sebagai kesempatan untuk merayakan secara seremonial, tetapi juga menjadi wadah bersama bagi seluruh kalangan masyarakat untuk menjaga warisan dari leluhur.Kegiatan ini diharapkan menjadi tempat untuk mengekspresikan budaya secara inklusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kami berharap seluruh masyarakat bisa hadir, menyaksikan, dan merasakan semangat gotong royong dalam membatik di sepanjang Malioboro," kata Indah Rahayu Murniati. Sementara itu, Gunarta Adibrata, yang juga bertindak sebagai Ketua Dewan Pengarah Panitia dan merupakan Wakil Ketua Umum Kadin DIY serta Wakil Ketua Koordinator 2, menegaskan bahwa pemilihan konsep dan jumlah peserta dalam acara ini memiliki makna filosofis yang khusus.
Angka tersebut bukan hanya sebagai perbeda, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan simbol kepemimpinan dalam organisasi Kadin DIY. 1.001 karena ini sangat ikonik sekali ya. Dengan seribu satu kita sudah tahu ini pasti akan jadi sesuatu yang berbeda. Mengapa bukan 1.200, melainkan 1.001? "Karena salah satunya adalah Ketua Umum Kadin DIY," ujar Gunarta Adibrata.
Adanya acara besar di wilayah Malioboro ini memberi harapan besar bagi para pedagang batik tradisional di pasar-pasar sekitarnya yang sebelumnya mengalami penurunan penjualan. Meski ada perubahan - perubahan ekonomi dan banyaknya produk dari luar negeri yang masuk, para pengusaha lokal tetap semangat dan yakin. Acara budaya diharapkan bisa menarik banyak wisatawan untuk membeli kain batik yang dibuat secara manual oleh para pengrajin lokal.
Ibu Yati, seorang pedagang batik yang telah berjualan sejak tahun 2000, berharap kehebohan acara itu tidak hanya terasa di jalan raya, tetapi juga sampai ke stan - stan pedagang di pasar. "Harapannya ya ada motif-motif baru gitu, kalau soal penjualan setelah mereka membuat batik, mungkin bisa dipasarkan ke pasar, biar lebih menarik," ujar Ibu Yati.
Di sisi lain, kenyamanan dan pengelolaan wilayah pariwisata menjadi faktor utama yang juga mendapat perhatian dari para penggerak ekonomi bawah. Kerapian fasilitas dan kebersihan lingkungan setelah acara dinilai sebagai hal penting agar citra Yogyakarta tetap menarik dan membuat wisatawan ingin kembali lagi.
Saya harapan saya adalah kalau pemerintah bisa rapi dan bersih. Kalau Jogja bersih, orang yang sudah ke Jogja pasti ingin datang lagi ke Jogja. Yang penting adalah pengunjung, bagaimana pemerintah memperkenalkan Kota Yogyakarta secara menarik agar wisatawan tertarik datang ke sini," ujar Ibu Arifah, seorang pedagang yang sudah 30 tahun berjualan batik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....