Sultan Ajak Warga Lereng Merapi Lirik Potensi Budidaya Kopi

  • 30 Sep 2026 16:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Warga lereng Gunung Merapi diajak untuk beralih dari usaha penambangan pasir menjadi usaha budidaya Kopi Merapi. Ini untuk memastikan ekosistem di kawasan lereng Merapi tidak rusak dan tetap utuh. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan masyarakat diperkenankan untuk mengambil pasir di kali, tapi tidak dengan menggali penambangan baru.

"Bagaimana Merapi ini jangan dirusak, ya. Tapi dijaga kelangsungannya. Karena kalau kita merusak alam. Akhirnya kita sendiri yang akan dirugikan," kata Ngarsa Dalem saat menyerahkan sertfikat hunian tetap di Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa, 29 September 2026.

Sultan juga mendorong masyarakat untuk melakukan reboisasi di sekitaran lereng Merapi. Dia mengatakan keberadaan pohon akan menghambat laju kecepatan lava jika terjadi erupsi. Hal ini sekaligus menjadi upaya pencegahan dampak erupsi yang lebih parah.

"Lava akan makin cepat karena tidak ada hambatan yang turun. Yang kedua, dengan tidak direboisasi tidak ada lagi mata air yang bisa menumbuhkan kedekatan air yang mungkin bapak ibu perlukan. Jadi Umbul Wadon itu jadi satu-satunya," ucapnya.

Sebagai alternatif mata penceharian selain penambangan pasir, Sultan mengajak warga lereng Gunung Merapi untuk mulai melirik budidaya Kopi Merapi. Menurutnya, erupsi Merapi yang terjadi pada tahun 2010 membuat tanah di sekitar Merapi menjadi lebih subur. Kondisi ini menjadikan kopi khas Merapi memiliki cita rasa yang unik dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.

Kopi khas Merapi dinilai memiliki prospek yang baik. Bahkan kualitasnya tak kalah jika dibandingkan dengan kopi khas daerah lainnya.

Untuk itu, Sultan turut mengajak warga agar ikut menanam tanaman kopi dan dikelola bersama. Di sisi lain, warga lereng Merapi juga diajak untuk memasarkan hasil budidaya kopi secara bersama dan berkelompok guna menjaga nilai jual Kopi Merapi.

"Dikelola bersama bagi warga masyarakat lereng Merapi, ya kan sudah saya kasih nama produk satu nama untuk lereng Merapi. Saya berharap Bapak Ibu yang ikut menikmati hasil dari Kopi Merapi itu, kompak memasarkannya bersama," ujarnya.

Sultan juga tak menutup kemungkinan dilakukannya ekspor Kopi Merapi. Pemasaran bisa menyasar negara-negara dengan konsumsi kopi yang tinggi, seperti salah satunya negara Finlandia. Dia mendorong warga dan jajaran Pemkab Sleman untuk turut mengelola dan melakukan konsolidasi terhadap potensi pengembangan budidaya kopi di lereng Merapi.

"Bagaimana dengan tidak menambang lagi itu paling sedikit kopi ini bisa menjadi pilihan-pilihan lain yang memungkinkan untuk bisa menambah penghasilan," ucap Sultan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....