Cegah TPPO, Imigrasi Yogyakarta Gandeng Warga Garap Ketahanan Pangan

  • 30 Sep 2026 17:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, GUNUNGKIDUL – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta mengoptimalkan program ketahanan pangan dan pendekatan kultural guna memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di tingkat akar rumput. Langkah ini dijalankan melalui sinergi Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), seni wayang kulit, dan pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Gunungkidul.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkapkan bahwa TPPO dan migrasi nonprosedural kerap berakar dari kerentanan ekonomi di perdesaan. Keterbatasan lapangan kerja membuat warga rentan tergiur iming-iming pekerjaan luar negeri berpenghasilan tinggi melalui jalur ilegal.

“Kami coba mencegah migrasi nonprosedural dengan menyasar dari sisi ketahanan pangan. Mengapa, karena kerentanan ekonomi dan kesulitan pangan membuat masyarakat di daerah rentan tergiur oleh iming-iming janji pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri melalui jalur ilegal,” katanya saat Panen Raya Jagung di Bulurejo, Kapanewon Semin, Selasa, 29 September 2026 seperti dikutip dari laman Imigrasi Yogyakarta.

Program ketahanan pangan tersebut diwujudkan lewat penanaman jagung seluas 2,5 hektare di lima kelurahan bersama kelompok tani setempat sebagai sumber penghidupan alternatif yang berkelanjutan.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta Yuni Santi Nurani menjelaskan bahwa pendekatan budaya turut dimanfaatkan untuk mengedukasi warga mengenai migrasi aman.

“Kami adakan pertunjukan wayang kulit yang menjangkau warga umum hingga generasi muda di SMK Muhammadiyah Semin dan SMAN 1 Semin, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Saat ini Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta telah membina 15 desa yang didampingi oleh 8 PIMPASA di Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta. Kehadiran PIMPASA menjadi jembatan komunikasi langsung dengan warga untuk mencegah keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

“Kami harapkan melalui panen raya serta edukasi melalui pertunjukkan wayang ini, imigrasi bisa hadir lebih dekat, memberikan edukasi, mencegah kerentanan, serta memberdayakan masyarakat tentunya sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat,” ucap Hendarsam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....