GISLI Perkuat Keselamatan Masyarakat Pesisir Gunungkidul

  • 30 Sep 2026 10:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung 29–30 September 2026 tersebut mengintegrasikan penguatan kecakapan nelayan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan perempuan nelayan.

Peneliti GISLI, Orima Melati Deavy mengatakan, keselamatan nelayan perlu menjadi tanggung jawab bersama, termasuk keluarga yang menunggu di rumah.

Menurutnya, melalui program tersebut perempuan nelayan didorong berperan sebagai pengingat keselamatan atau safety reminder bagi suami dan keluarganya. Dengan demikian, perhatian terhadap keselamatan tidak hanya dilakukan ketika nelayan berada di laut, tetapi juga dipersiapkan sejak sebelum melaut.

“Keselamatan nelayan bukan hanya menjadi tanggung jawab nelayan yang melaut, tetapi juga keluarga. Perempuan nelayan kami dorong untuk ikut mengingatkan suami agar selalu memperhatikan keselamatan sebelum dan selama melaut,” ujar Orima.

Sementara bagi nelayan, GISLI menghadirkan Pelatihan Standar Kecakapan Nelayan (SKN) bersama tim dari PPS Cilacap. Pelatihan dilakukan melalui pembelajaran dan praktik untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan nelayan dalam mendukung keselamatan saat menjalankan aktivitas di laut.

“Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja bukan penerima upah,” kata dia.

GISLI turut memberikan dukungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan bagi nelayan yang belum memperoleh perlindungan tersebut. Dukungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran nelayan mengenai pentingnya perlindungan sosial.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan nelayan dilakukan melalui workshop kewirausahaan dan pemasaran bersama Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Materi yang diberikan antara lain pengelolaan keuangan keluarga dan usaha serta strategi pemasaran produk. Pemberdayaan tersebut diharapkan dapat membantu perempuan nelayan meningkatkan kapasitas ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

GISLI juga memberikan apresiasi kepada peserta perempuan yang dinilai aktif dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Anak dari peserta perempuan yang paling antusias mendapatkan dukungan berupa program bimbingan belajar Bahasa Inggris selama enam bulan.

Orima menambahkan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya GISLI memperluas pemaknaan keselamatan nelayan. Keselamatan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perlengkapan dan kecakapan saat berada di laut, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, perlindungan sosial, serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Melalui program tersebut, GISLI berharap perempuan nelayan semakin memiliki ruang untuk berperan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan keluarga dan komunitas.

Program pemberdayaan di Gunungkidul selanjutnya akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat pesisir dengan menghubungkan tiga aspek utama, yakni keselamatan, perlindungan, dan pemberdayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....