Panca Tertib for School Yogyakarta Sasar Pencegahan Kenakalan Remaja

  • 28 Sep 2026 19:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemkot Yogyakarta kembali mendeklarasikan program panca tertib for school di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, Selasa, 25 September 2026. Ini merupakan program yang diinisiasi oleh Satpol PP Kota Yogyakarta dalam rangka menanamkan nilai-nilai ketertiban sejak dini. Kelima nilai tertib itu meliputi tertib bangunan, tertib daerah milk jalan, tertib usaha, tertib lingkungan, dan tertib sosial.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjelaskan deklarasi Pantib for School ini penting untuk membangun karakter siswa. Sekaligus juga untuk menekan angka kenakalan remaja. Hasto turut menyoroti berbagai kasus kenakalan remaja yang marak terjadi. Mulai dari remaja yang merokok, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan tidak mematuhi aturan lalu lintas.

Hasto menyebut dia pernah melakukan survei kecil-kecilan pada sebuah sekolah, tepatnya menyasar kelas 1 SMP. Saat itu, dia ingin mengetahui seberapa banyak siswa yang merokok.

Hasilnya, ada siswa yang mengaku dan ada juga siswa yang tidak mengaku. Hasto mencatat dari survei yang dilakukannya itu, terdapat 14 persen siswa yang merokok. Hal ini diketahui dari hasil urin yang mengandung nikotin. Menurutnya, survei semacam ini perlu dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui kondisi siswa.

“Kami membantu Pak Kapolsek, Pak Babinkamitmas, Pak Danramil, Pak Babinsa supaya betul-betul kenakalan remaja itu berkurang, dicegahnya mulai SMP. Sebetulnya kalau dia itu ingin supaya tidak suka kebut-kebutan ya wong mulai latihan naik motor itu ya SMP. Sejak SMP itu betul-betul dicetak moralnya, mentalnya sudah bagus. Ya, Insya Allah kedepannya menjadi baik,” kata Hasto saat deklarasi program Pantib for School di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, Selasa, 25 September 2026.

Sementara, Hasto juga menekankan pentingnya menjalankan tertib lingkungan dengan disiplin menjaga kebersihan sejak dini. Terlebih, kini Kota Yogyakarta masih terus dihadapkan dengan permasalahan sampah. Untuk itu, dia mengajak siswa SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta untuk menjadi teladan di lingkungan sekitar, paling tidak contoh bagi anggota keluarga. Hasto berharap semangat masyarakat Jogja olah sampah (MAS JOS) dapat diimplementasikan dengan baik oleh masyarakat.

“Kreativitas untuk bagaimana mengolah sampah dan tertib untuk membuang sampah atau istilahnya jangan membuang lah. Kemudian mengolah, memilah, itu menjadi bagian yang penting sekali. Maka Zero Waste itu menjadi jargon, slogan yang bagus bahwa tidak ada sampah di sekolah ini, Zero Waste gitu semua habis,” ucap Hasto.

Hasto berharap melalui pencanangan Pantib for School ini, siswa SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta bisa menjadi agen perubahan untuk mewujudkan ketertiban di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....