LMY Sleman Gelar TOT Thoriqoh Yanbu’a, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Alquran
- 24 Sep 2026 23:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman — Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) Kabupaten Sleman menggelar Training of Trainer (TOT) Thoriqoh Yanbu’a dengan tema “Tata Kelola TPQ, Madin, Lembaga Formal, dan Standardisasi Thoriqoh Yanbu’a” di Pondok Pesantren Sulaimaniyah, Sleman, Minggu, 20 September 2026
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LMY Sleman dalam meningkatkan kapasitas pengelola dan pendidik Al-Quran, sekaligus memperkuat penerapan Thoriqoh Yanbu’a di berbagai lembaga pendidikan, baik Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), maupun lembaga pendidikan formal.
Ketua Umum LMY Kabupaten Sleman, Muhammad Yazid Al Hafidz, mengatakan TOT tersebut merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Al-Quran agar tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca Al-Quran, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan Al-Quran, baik TPQ, Madin, maupun lembaga pendidikan formal. Karena mengajarkan Al-Quran bukan hanya tentang bagaimana membaca dengan benar, tetapi juga bagaimana membangun sistem pendidikan yang tertata, berkelanjutan, dan memiliki standar yang baik,” ujar Muhammad Yazid.
Menurutnya, keberadaan trainer yang memiliki kapasitas dan pemahaman yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembelajaran Thoriqoh Yanbu’a di masing-masing lembaga.
Karena itu, peserta TOT diharapkan tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama pelatihan. Mereka diharapkan mampu menjadi trainer sekaligus penggerak yang dapat mentransfer pengetahuan dan mengembangkan Thoriqoh Yanbu’a di lingkungan lembaga masing-masing.
“Melalui TOT ini, kami berharap para peserta tidak berhenti sebagai peserta pelatihan, tetapi nantinya dapat menjadi trainer dan penggerak yang mampu menularkan ilmu serta mengembangkan Thoriqoh Yanbu’a di lembaga masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola dan standardisasi pembelajaran menjadi penting di tengah berkembangnya lembaga pendidikan Al-Quran di masyarakat. Dengan sistem yang lebih tertata, proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan secara konsisten sekaligus memberikan pengalaman belajar Al-Quran yang lebih berkualitas kepada para santri.
Kegiatan TOT Thoriqoh Yanbu’a ini juga menjadi ruang untuk SSC jejaring antar pengelola dan pendidik Al-Quran di Kabupaten. (Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....