Sidak SPPG Yogyakarta, Pemda DIY Kawal Higienitas MBG
- 22 Sep 2026 16:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY bersama Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis Satgas MBG DIY melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di Kota Yogyakarta, Senin, 21 September 2026 dini hari.
Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi SPPG sekaligus memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan, higienitas, sanitasi, dan kelayakan sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.
Pemantauan dilakukan oleh dua tim yang dipimpin Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Satgas MBG DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti. Turut dalam pemantauan tersebut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Aria Nugrahadi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Anna Rina Herbranti, Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY Lilik Andi Aryanto, serta sejumlah Koordinator Regional Badan Gizi Nasional DIY.
Sebanyak empat SPPG dikunjungi secara langsung. Pemeriksaan mencakup kondisi dapur, alur pengolahan makanan, kebersihan peralatan dan lingkungan kerja, hingga penerapan standar kebersihan selama proses penyiapan makanan.
Ni Made menekankan agar seluruh petugas SPPG menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur SOP yang ditetapkan Badan Gizi Nasional BGN. Menurutnya, setiap tahapan harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh ada prosedur yang dilewati.
“SOPnya tetap dijalani ya, ini kan amanah yang diberikan, kita harus dapat membantu dengan bekerja maksimal. Kan sudah ada juga SOP dari BGN yang mengatur semua, kalau kita prosedurnya harus begini, mempersiapkan apa gitu, jangan ada yang dilewati atau kemudian diabaikan,” katanya.
Selain proses pengolahan, kebersihan dapur saat pengemasan atau pemorsian makanan juga menjadi perhatian. Ni Made mengingatkan bahwa potensi kontaminasi bakteri dapat muncul dari berbagai tahapan, termasuk akibat kelalaian kecil.
“Kontaminasi itu bisa dari mana saja. Bahan bakunya sudah benar, cara masaknya sudah benar, tetapi kelalaian kecil itu bisa membuat makanan terkontaminasi. Kita harus berupaya supaya program ini bisa dipercaya dengan memastikan SOP dan seluruh prosedur dijalankan, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi SPPG benar-benar dipenuhi,” katanya.
Ia juga meminta petugas SPPG tetap menjaga kinerja meski muncul berbagai komentar dari masyarakat. Menurutnya, kualitas makanan dan kepatuhan terhadap SOP harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG.
Konsistensi dalam menjalankan prosedur dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
“Image itu yang membentuk kita sendiri, jangan menyalahkan masyarakat. Penilaian masyarakat itu adalah hasil dari kerja kita sendiri. Kalau kemudian prosedurnya kita lakukan dengan benar dan baik, insyaallah program ini akan berjalan dengan baik. Itu semua tergantung dari kita,” ucap Ni Made.
Sidak juga menjadi bagian dari upaya Pemda DIY melakukan pemantauan dan mitigasi untuk mencegah kembali terjadinya kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Hasil pemeriksaan di lapangan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan dan kualitas operasional SPPG. Evaluasi tersebut diharapkan dapat mencegah berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu pemenuhan gizi bagi para siswa.
“Setelah selesai semua, kita akan ada rapat untuk merekap dan kemudian ada hal-hal yang perlu kita dalami,” ujar Ni Made.
Seluruh hasil sidak akan menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan DIY, Satgas MBG, serta Korwil BGN DIY dalam menyusun langkah perbaikan dan strategi pelaksanaan program ke depan.
Berbagai kekurangan yang ditemukan selama pemeriksaan juga akan direkap dan diteruskan kepada penanggung jawab masing-masing untuk segera ditindaklanjuti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....