Warga Kulon Progo Kembangkan Kebun Obat Keluarga

  • 22 Sep 2026 15:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, mengembangkan lahan percontohan menjadi kebun tanaman obat keluarga (toga).

Jahe, temulawak, dan serai dibudidayakan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pencegahan tengkes (stunting) dan pengendalian hipertensi.

Pengembangan lahan percontohan itu, bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) UMY, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Ketua Tim PPK Ormawa HIMFA UMY, Danish Rizky Kurniawan memilih Tuksono setelah tim melakukan observasi di sepuluh kalurahan. Berdasarkan hasil observasi, Tuksono punya persoalan kesehatan dan potensi lokal yang bisa dikembangkan.

Sesuai data yang dihimpun tim, terdapat 1.669 kasus hipertensi di Tuksono. Sementara itu, jumlah kasus stunting meningkat dari 19 kasus pada 2024 menjadi 32 kasus pada 2025.

Dalam program yang dijalankan, Tim PPK Ormawa HIMFA UMY didampingi dosen Prodi Farmasi UMY, Sri Tasminatun. Tim menemukan bahwa tanaman obat keluarga dan lahan percontohan milik KWT belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan melalui program Hortus Medicinalis. Program ini berfokus pada pembudidayaan jahe, temulawak, dan serai di lahan yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk menanam sayuran.

”Maka, kami berinisiatif mengembangkan sebagian lahan tersebut menjadi kebun tanaman obat keluarga,” ujarnya, Selasa, 22 September 2026.

Pengembangan kebun toga tidak berhenti pada kegiatan budidaya. Hasil panen juga diolah menjadi sejumlah produk pendamping yang diperkenalkan kepada masyarakat.

Untuk mendukung edukasi mengenai hipertensi, tim mengembangkan minuman bernama Siji yang terbuat dari serai, jahe, dan jeruk nipis. Sementara itu, temulawak diolah menjadi bakpao sebagai salah satu bentuk inovasi dan diversifikasi pangan bagi anak-anak.

Produk tersebut ditempatkan sebagai bagian dari edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Bukan sebagai pengganti pemeriksaan medis, obat antihipertensi, pemenuhan gizi seimbang, maupun intervensi kesehatan yang diberikan tenaga profesional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....