MPBI Perkuat Kesiapsiagaan Warga Menghadapi Risiko Bencana dan Krisis Iklim
- 17 Sep 2026 08:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) memulai rangkaian Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) XVII Tahun 2026 di Provinsi Banten, pada 15–18 September 2026 dengan membawa satu pesan utama: masyarakat harus ditempatkan sebagai aktor utama dalam memahami, mengurangi, dan mengelola risiko bencana yang semakin kompleks.
Mengusung tema “Membangun Ketangguhan Masyarakat Kawasan Industri dan Perkotaan Indonesia”, KNPRBBK XVII menjadi ruang bersama bagi komunitas, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, lembaga usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, membicarakan tantangan secara terbuka, memperkuat kolaborasi, dan mencari solusi terhadap perubahan karakter risiko di Indonesia.
Indonesia saat ini tidak hanya menghadapi tingginya kejadian bencana, tetapi juga risiko yang semakin saling berhubungan. Ancaman tidak selalu datang satu per satu. Beberapa ancaman dapat terjadi bersamaan, memperbesar dampak satu sama lain, memicu gangguan pada sektor lain, dan pada akhirnya memengaruhi sistem sosial, ekonomi, infrastruktur, layanan publik, serta kehidupan masyarakat secara luas.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat terjadi.
“Kesiapsiagaan tidak dapat dibangun ketika bencana sudah terjadi. Ia harus dibangun terus-menerus melalui penguatan kapasitas pemerintah daerah, komunitas dan relawan, sistem peringatan dini, rencana kontinjensi, latihan, serta edukasi masyarakat. Semakin kompleks risiko yang kita hadapi, semakin penting kesiapsiagaan dibangun secara kolaboratif sampai ke tingkat komunitas,” kata Pangarso.
Pengalaman dan pengetahuan masyarakat, menurutnya, perlu terus dihubungkan dengan sistem penanggulangan bencana yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....