Pemkab Kulon Progo Apresiasi Keberhasilan Program Wakaf produktif

  • 15 Sep 2026 13:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memberikan apresiasi keberhasilan program wakaf produktif di wilayahnya, yang diwujudkan melalui panen raya melon premium di Pondok Pesantren Nurul Ummah Dua (Nurmuda), Wates, Kulon Progo, pada Selasa 15 September 2026.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, mengaku senang atas realisasi konkret program Kota Wakaf yang terus berdampak positif bagi perekonomian lokal.

"Saya senang program Kota Wakaf di Kulon Progo berjalan dengan baik. Semoga dengan wakaf produktif ini mampu menjadikan masyarakat Kulon Progo menjadi makmur dan sejahtera," ujarnya.

Agung mendorong agar inovasi ini bisa dikembangkan ke berbagai sektor strategis lainnya. Menurutnya, potensi wakaf produktif sangat besar untuk digarap di luar pertanian semata, seperti peternakan, perikanan, hingga bisnis kuliner daerah.

Dirzawa Kemenag RI, Waryono Abdul Ghafur, menjelaskan, Dana yang masuk ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) secara nasional dapat menembus angka lebih dari Rp30 triliun per tahun, bahkan ada LAZ yang mampu menghimpun hingga Rp300 miliar per tahun. Bahkan pada saat ini, DIY telah memiliki 121 Kampung Zakat yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

"Islam mempunyai mekanisme zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam pengembangan perekonomian. Mari kita dukung bersama pengembangan ekonomi masyarakat di Indonesia," katanya.

Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, mengapresiasi sinergi lintas pihak yang berhasil menghidupkan lahan di PP Nurmuda. Menurutnya, Kemenag DIY menyiapkan lahan wakaf seluas 1.500 meter persegi khusus untuk pengembangan budidaya melon premium.

Diharapkan model produktif ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain agar aset wakaf memberi manfaat nyata bagi nazir dan umat.

Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, Wahib Jamil, menjelaskan, adanya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menjadi peluang besar bagi produk berbasis wakaf.

"Kulon Progo berada pada posisi yang strategis dengan adanya bandara internasional. Kami berharap produk-produk UMKM berbasis wakaf akan mampu bersaing dengan produk lainnya," ujarnya.

Acara ini turut dihadiri jajaran Kankemenag Kulon Progo, Pengasuh PP Nurul Ummah 2, BWI DIY & Kulon Progo, BAZNAS, LAZ, Ormas Islam, serta tokoh masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....