Rawat Warisan Perjuangan, Angkasawan RRI Yogyakarta Ziarahi Pusara Pahlawan

  • 09 Sep 2026 15:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Rabu, 9 September pagi, suasana di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara dan Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara Ngoto terasa khidmat. Langkah para angkasawan dan angkasawati Radio Republik Indonesia (RRI) Yogyakarta perlahan berjalan menuju tempat peristirahatan para pendahulu, dengan membawa bunga dan doa sebagai bentuk penghormatan.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 RRI. Doa dipanjatkan. Bunga pun ditaburkan. Sejenak, seluruh peserta mengenang pengorbanan para pahlawan yang bersemayam di TMPN Kusumanegara.

Selanjutnya, pesan perjuangan juga bergema di Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto. Di lokasi itu, bersemayam pahlawan nasional Abdulrachman Saleh, seorang tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah RRI.

Kepala LPP RRI Yogyakarta, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya mengungkapkan, suara yang mengudara hari ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun dengan pengorbanan, keberanian, dan pengabdian. Dengan demikian, sudah sepatutnya nilai-nilai perjuangan itu pun tetap dilanjutkan oleh generasi penerus bangsa.

“Beliau (Abdulrachman Saleh) merupakan orang pertama RRI, bisa dibilang direktur pertama RRI. Perjuangannya sangat hebat sekali mulai dari kemanusiaan, penyiaran radio, hingga kedirgantaraan. Tentu perjuangan tersebut harus kita hayati dan teladani,” ucapnya.

Semangat juang tersebut, lanjut Taufan, lalu diwariskan melalui Tri Prasetya RRI, yang hingga kini menjadi pedoman bagi insan RRI dalam menjalankan tugasnya. Bagi angkasawan dan angkasawati RRI, warisan perjuangan itu bukan sekadar untuk dikenang, tetapi harus diwujudkan dalam pengabdian sehari-hari.

“Sekarang angkasawan dan angkasawati muda harus menerapkan landasan kerja tersebut, bagaimana kita menjaga peralatan RRI agar tidak digunakan oleh orang tertentu untuk menghancurkan negara, bagaimana kita menjaga dan mengendalikan siaran hingga konten yang diproduksi. Ini adalah amanat yang harus dijaga dan diteladani,” ujarnya.

Selanjutnya, Taufan juga memastikan komitmen RRI untuk terus menjadi media yang mengutamakan kepentingan publik. Tidak hanya menjadi wadah untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi rumah bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Masyarakat bisa memanfaatkan RRI sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi, mendapatkan informasi, sekaligus membangun komunikasi yang bermanfaat bagi kepentingan bersama. Catatannya satu, RRI ada untuk NKRI. Sekali di udara, tetap di udara,” katanya.

Salah satu angkasawan RRI Yogyakarta, Agus Pramana mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam agenda rutin ini. Menurutnya, napak tilas perjalanan pahlawan merupakan hal yang wajib dilanjutkan.

“Ziarah ini merupakan momentum bersama dalam menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawan, terutama Bapak Abdulrachman Saleh yang menjadi pendiri RRI,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....