Kasus HIV Terus Jadi Perhatian, DPRD Bantul Soroti Pergeseran Pola Penularan
- 08 Sep 2026 15:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Persoalan HIV di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Bantul. Sebab, jumlah penyintas Virus Imunodefisiensi Manusia tersebut, kini sudah mencapai 9.000 orang.
Sekretaris Komisi D DPRD Bantul, Herry Fahamsyah mengungkapkan, tingginya kasus HIV di DIY juga dipengaruhi oleh perubahan pola penularan dari waktu ke waktu. Menurutnya, pada periode sebelumnya penularan HIV banyak dikaitkan dengan penggunaan jarum suntik secara bersama termasuk penggunaan narkoba.
“Lalu pada periode berikutnya, hubungan seksual berisiko menjadi tren utama penyebaran HIV. Itu sekitar tahun 2000-an,” ucapnya, Senin, 7 September 2026.
Kini, pola penularan bergeser pada hubungan sesama jenis. Hal ini lah yang patut diwaspadai oleh masyarakat.
“Di tahun 2020 ini trennya berubah menjadi man to man atau bahasanya LGBT. Ini yang kemudian menjadi keprihatinan bersama,” ujarnya.
Tak hanya itu, persoalan terkait orientasi seksual juga mulai merambah ke dunia pendidikan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya edukasi kesehatan seksual kepada masyarakat termasuk di kalangan remaja.
“Persoalan LGBT ini sudah masuk ke ranah sekolah. Di salah satu sekolah bahkan ada temuan seorang siswa menyatakan kesukaan terhadap temannya sesama laki-laki,” katanya.
Di sisi lain, Herry juga menyoroti fenomena LGBT yang kian mencuat di tengah masyarakat. Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.
“Kita melihat ada penormalisasian oleh masyarakat berkaitan dengan LGBT. Bahkan sudah menjadi isu internasional di mana sejumlah negara sudah melegalkan itu. Dan fenomena ini kalau dibiarkan akan bertentangan dengan agama dan nilai-nilai kebudayaan,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....