Haedar Nashir: Jangan Nilai Kualitas Dari Status Negeri atau Swasta

  • 07 Sep 2026 23:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan, status negeri atau swasta tidak semestinya menjadi satu-satunya ukuran dalam menilai kualitas perguruan tinggi. Mutu pendidikan dan pemenuhan standar global, justru menjadi faktor utamanya.

Haedar menyampaikan pesan tersebut, saat memberikan sambutan secara daring dalam Masa Ta’aruf (Mataf) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di Sportorium UMY, Senin, 7 September 2026 ini, diikuti 5.021 mahasiswa baru secara luring.

Dalam orasinya, Haedar mengingatkan seluruh mahasiswa baru agar menghapus stigma bahwa kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS) berada di kasta kedua. ”UMY telah membuktikan diri mampu meraih peringkat yang sejajar, bahkan melampaui berbagai kampus lain di tingkat nasional,” katanya.

Saat ini, capaian UMY menempati posisi ke-14 nasional pada QS World University Rankings 2027 dan menjadi satu-satunya PTMA yang masuk pemeringkatan itu. UMY juga berhasil bertengger di peringkat ke-9 Indonesia pada Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026.

Haedar juga mengingatkan bahwa para mahasiswa baru UMY kini menjadi bagian dari ekosistem besar pendidikan Muhammadiyah. Jaringan ini menaungi 163 perguruan tinggi dengan total lebih dari 700 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.

”Idealnya, mahasiswa jangan hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik semata selama berkuliah,” katanya. ”Masa studi di kampus harus dimanfaatkan untuk menempa akhlak, menguasai teknologi, serta mengasah keterampilan sesuai minat masing-masing.”

Haedar juga berharap lulusan UMY mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai landasan untuk menebar manfaat. Kampus diharapkan mencetak insan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, hingga nilai-nilai kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....