Sambut Ribuan Mahasiswa Baru, UMY Kampanyekan Ruang Aman di Kampus
- 07 Sep 2026 21:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sorak-sorai sekitar 6.000 mahasiswa baru membahana di Gedung Sportorium UMY, saat pembukaan Masa Ta'aruf tahun akademik 2026/2027, Senin, 7 September 2026. Namun, di balik riuhnya penyambutan tersebut, terbentang spanduk biru besar bertuliskan Ruang Aman Dimulai dari Kita.
Pesan dari tulisan itu merupakan ebuah pesan eksplisit, bahwa kampus swasta ini sedang berjuang keras mengikis trauma kekerasan dan perundungan yang membayangi lingkungan akademiknya. Langkah kampanye terbuka ini bukanlah gimik semata.
| Baca juga: Stand Up UMY, Ruang Mahasiswa Berekspresi |
Namun sebuah respons atas tamparan keras yang belakangan menghantam reputasi UMY. Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) sempat viral dan memicu kritik publik.
Manajemen kampus akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan oknum dosen yang diduga menjadi pelaku. Langkah ini sekaligus memicu evaluasi menyeluruh, terhadap sistem perlindungan civitas akademika.
Rektor UMY, Profesor Ahmad Nurmandi menegaskan, penciptaan ruang aman harus dimulai dengan membuang jauh-jauh budaya kekerasan. Yaitu kekerasan dalam segala bentuknya dari lingkungan pendidikan tinggi.
”Kami bertekad, ke depan tidak ada toleransi bagi tindakan perundungan maupun kejahatan seksual di dalam area kampus,” katanya. ”Budaya kekerasan, pelecehan, segala macam itu kan harus kita bersihkan dari kampus.”
Rektor juga menyoroti, gesekan dan intimidasi di ranah akademik tidak hanya terjadi dalam relasi hierarkis dosen dan mahasiswa, melainkan kerap berulang di tingkat antarmahasiswa. Dipicu perbedaan fakultas, persaingan organisasi ekstra kampus, hingga ajang senioritas.
”Yang dikemas dalam permainan penyambutan mahasiswa baru menjadi pemicu utama yang sering kali luput dari pengawasan,” ucapnya. ”Para dosen diminta lebih bersabar dan menjaga etika komunikasi agar tidak melontarkan ujaran verbal yang merendahkan saat proses pembimbingan mahasiswa.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....