STQH 2026 sebagai Ruang Syiar dan Pembinaan Generasi Quran
- 06 Sep 2026 09:59 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 resmi dibuka di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Sabtu 5 September 2026. Pembukaan dilakukan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi.
Sebelum rangkaian pembukaan dimulai, Ahmad Shidqi meneguhkan peran Dewan Hakim STQH sebagai unsur penting yang menentukan kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan. Dewan Hakim dikukuhkan untuk menjalankan tugas secara objektif, profesional, berintegritas, dan amanah dalam melakukan penilaian terhadap seluruh peserta.
Bagi Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, STQH tidak ditempatkan sekadar sebagai arena kompetisi untuk mencari juara. Ajang ini menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan kehidupan keagamaan sekaligus memperluas syiar Al-Quran dan hadis di tengah masyarakat.
Ahmad Shidqi menegaskan, keberhasilan STQH tidak berhenti pada lahirnya peserta terbaik. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat semakin baik dalam membaca Al-Quran, memahami tafsir dan hadis, serta mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana masyarakat kita semakin baik dalam membaca Al-Quran, kemudian memahami tafsir dan hadis, sehingga Alquran tidak hanya dibaca dan dipahami, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan,” ujar Ahmad Shidqi.
Menurutnya, penyelenggaraan STQH sekaligus menunjukkan sinergi antara Kementerian Agama Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memberikan ruang pembinaan keagamaan bagi masyarakat. Kemenag berperan dalam penyelenggaraan dan pembinaan substansi keagamaan, sementara dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperkuat pelaksanaan kegiatan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
STQH Kota Yogyakarta 2026 diikuti 219 peserta dari 14 kafilah/LPTQ kemantren. Sebanyak 10 cabang dengan 20 golongan diperlombakan, meliputi tilawah, tahfiz Al-Qur’an, tafsir Alquran bahasa Arab, serta hafalan hadis. Para peserta terbaik nantinya dipersiapkan untuk membawa nama Kota Yogyakarta pada STQH tingkat DIY.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik pelaksanaan STQH sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus ruang mendekatkan generasi muda dengan Alquran dan hadis.
Ia menyoroti tantangan pembelajaran agama di tengah derasnya arus informasi digital. Generasi muda kini dapat memperoleh berbagai informasi keagamaan dengan mudah melalui internet dan media sosial.
Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi serta bimbingan dari guru, ustaz, kiai, dan pembimbing yang memiliki keilmuan yang jelas.
Karena itu, Hasto mendorong agar generasi muda tidak hanya belajar agama melalui layar telepon genggam, tetapi juga membangun tradisi belajar secara langsung melalui proses, dialog, keteladanan, dan bimbingan.
“Syiar agama juga harus mampu menjangkau generasi muda, karena merekalah yang kelak akan meneruskan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” pesannya.
Menurut Hasto, STQH menjadi ruang strategis untuk membangun hal tersebut. Peserta tidak hanya dituntut mampu membaca atau menghafal Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya, memperkuat akidah, membangun akhlak, serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan.
Ia berharap kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan melantunkannya dengan baik, tetapi tercermin dalam perilaku sehari-hari melalui kejujuran, kepedulian, penghormatan kepada orang tua, kecintaan terhadap ilmu, dan kemampuan menjaga harmoni di tengah masyarakat. (Nisma/Ajeng)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....