Polisi Ungkap Penemuan Bayi di Gunungkidul, Ibu Kandung Jadi Tersangka

  • 01 Sep 2026 19:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Misteri penemuan bayi laki-laki di semak-semak belakang rumah warga Padukuhan Kemejing I, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Gunungkidul, akhirnya terungkap. Polisi memastikan bayi tersebut merupakan anak kandung JM (34), warga setempat yang kini diamankan untuk menjalani proses hukum.

Kasus tersebut terungkap setelah hampir satu bulan sejak bayi ditemukan pada Senin 3 Agustus 2026 lalu. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh sejumlah petunjuk yang mengarah kepada JM.

Pengungkapan kasus disampaikan dalam konferensi pers di Aula Patriatama Polres Gunungkidul, Selasa 1 September 2026. Kapolsek Semin AKP Aris Sugiyanto mengatakan, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang membantu mengungkap pelaku.

Salah satu petunjuk penting berupa batu yang ditemukan masih memiliki bercak darah. Barang tersebut kemudian diperiksa dan didalami bersama sejumlah temuan lain hingga polisi mengarah kepada JM.

Peristiwa itu bermula ketika seorang warga tengah beraktivitas di dapur rumahnya pada pagi hari. Ia tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi dari arah belakang rumah.

Merasa penasaran sekaligus khawatir, warga tersebut kemudian meminta bantuan Ketua RT. Pencarian dilakukan bersama sejumlah warga hingga suara tangisan mengarah pada sebuah tas yang berada di area semak-semak.

Warga kemudian membuka tas tersebut. Mereka terkejut karena mendapati seorang bayi laki-laki berada di dalamnya dengan tubuh terbungkus jaket berwarna biru.

“Setelah tas dibuka dengan disaksikan warga, di dalamnya terdapat seorang bayi laki-laki yang dibalut menggunakan jaket berwarna biru,” kata Aris.

Bayi itu kemudian dibawa ke rumah Ketua RT sebelum dievakuasi ke Puskesmas Semin 1. Berdasarkan pemeriksaan medis, kondisi bayi dinyatakan sehat dan normal.

Pada sore harinya, bayi tersebut diserahkan kepada Yayasan Al Marina di Kapanewon Karangmojo. Penyerahan dilakukan kepolisian bersama Dinas Sosial Gunungkidul untuk memastikan bayi mendapatkan pengasuhan dan perlindungan selama proses hukum berjalan.

Di sisi lain, penyidik terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari tahu siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut. Hingga akhirnya, polisi memperoleh sejumlah informasi yang mengarah kepada JM.

Dari pemeriksaan, terungkap fakta bahwa kehamilan JM selama ini tidak diketahui oleh suaminya. Polisi menyebut JM sengaja mengenakan pakaian berukuran besar selama sekitar delapan bulan sehingga kondisi kehamilannya tidak tampak.

Bahkan, suami JM disebut hanya mengira perubahan bentuk tubuh istrinya sebagai kegemukan.

“Suaminya tidak mengetahui kalau istrinya sedang hamil. Selama delapan bulan itu pelaku selalu memakai pakaian besar, sehingga kehamilannya tidak kelihatan. Suaminya mengaku hanya tahu istrinya gemuk,” ujar Aris.

Polisi juga mengungkap proses persalinan dilakukan JM seorang diri. Ia melahirkan di sebuah kamar kosong yang berada di dalam rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB.

Tidak ada anggota keluarga maupun orang lain yang disebut mengetahui proses persalinan tersebut. Setelah bayi lahir, JM kemudian membawanya keluar rumah dan meninggalkannya di area kebun di belakang rumah.

Aktivitas JM setelah kejadian juga berjalan seperti biasa. Pada pagi harinya, ia bahkan masih mengantarkan anaknya ke sekolah.

Polisi masih mendalami motif di balik tindakan tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, JM mengaku mengambil keputusan tersebut karena merasa tidak sanggup membesarkan sekaligus memenuhi kebutuhan bayi yang baru dilahirkannya.

“Pelaku mengaku merasa tidak mampu membesarkan dan membiayai kebutuhan bayi tersebut,” ucap Aris.

Keterangan tersebut kini masih didalami penyidik untuk mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian, termasuk alasan JM menyembunyikan kehamilannya hingga akhirnya melahirkan seorang diri dan meninggalkan bayinya.

Polisi memastikan proses hukum terhadap JM tetap berjalan, sementara bayi yang ditemukan dalam kondisi sehat masih berada dalam pengasuhan lembaga yang ditunjuk sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....