Puluhan Tukik Hasil Evakuasi Jalur Wisata di Gunungkidul Dilepasliarkan

  • 04 Agt 2026 10:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul – Sebanyak 83 tukik penyu lekang dilepasliarkan ke perairan Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Senin, 3 Agustus 2026. Pelepasan dilakukan setelah tim SAR Satlinmas Istimewa Wilayah I mengevakuasi tukik dari sarang yang berada di jalur utama aktivitas wisatawan.

Koordinator SAR Satlinmas Istimewa Wilayah I Sunu Handoko menjelaskan keberadaan sarang penyu tersebut sebenarnya telah dipantau sejak sekitar satu setengah bulan lalu, ketika seekor induk penyu naik ke pantai untuk bertelur. Menurutnya, induk penyu sempat membuat sejumlah jejak di pasir sebagai cara alami untuk mengelabui predator agar lokasi sarang tidak mudah ditemukan.

Tim memperkirakan telur telah menetas beberapa hari sebelumnya. Namun, kepastian baru diperoleh setelah ditemukan seekor tukik yang muncul di permukaan pasir. Penemuan itu kemudian mendorong petugas melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan sarang utama.

"Dari hasil pemeriksaan terdapat 108 butir telur di dalam sarang. Setelah dievakuasi, sebanyak 83 tukik berhasil ditemukan dalam kondisi hidup, sedangkan sisanya tidak menetas karena sudah membusuk," katanya.

Ia melanjutkan bahwa proses evakuasi dilakukan karena posisi sarang berada tepat di lintasan keluar masuk pengunjung. Jika dibiarkan, tukik yang baru menetas berisiko terinjak wisatawan atau kehilangan arah menuju laut akibat tingginya aktivitas manusia di sekitar lokasi.

Prosesi pelepasliaran dipimpin langsung Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama Kapolres Gunungkidul serta sejumlah pejabat daerah. Sebelum dilepas ke laut, tukik terlebih dahulu diletakkan di atas pasir agar dapat mengenali suara deburan ombak sebagai bagian dari naluri alami mereka untuk kembali ke habitat asal pada masa mendatang.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut kemunculan penyu yang kembali bertelur di Pantai Wediombo menjadi pertanda baik bagi upaya pelestarian satwa dilindungi di kawasan pesisir Gunungkidul. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tahun kedua berturut-turut penyu berhasil menetas di pantai tersebut.

"Tentu keberadaan habitat penyu perlu diimbangi dengan pengaturan kawasan wisata yang lebih baik. Cahaya lampu, kebisingan, dan tingginya aktivitas manusia dinilai dapat mengganggu proses bertelur maupun perjalanan tukik menuju laut," ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah berencana mengkaji pengaturan zonasi di kawasan pantai, termasuk kemungkinan menyediakan area khusus konservasi agar habitat penyu tetap terjaga tanpa mengurangi potensi wisata yang dimiliki Pantai Wediombo.

Menjelang matahari terbenam, puluhan tukik tampak bergerak perlahan menuju bibir pantai sebelum akhirnya terbawa ombak Samudra Hindia. Pelepasan tersebut menjadi simbol keberhasilan upaya penyelamatan sekaligus pengingat bahwa kawasan wisata juga merupakan ruang hidup bagi satwa liar yang perlu dilindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....