Hakikat Penciptaan dan Ujian Hidup Manusia Menurut Al-Qur'an
- 31 Agt 2026 19:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penciptaan manusia mengandung makna mendalam terkait proses pertumbuhan fisik dan ujian hidup yang harus dihadapi. Al-Qur'an menegaskan bahwa manusia diciptakan dari tetesan mani yang bercampur untuk diuji. Guna menghadapi ujian tersebut, Allah SWT memberikan karunia berupa pendengaran dan penglihatan agar manusia mampu membedakan hal yang baik dan buruk.
Menurut Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Ustadzah Hj. Yusniati Mu’azah,S.Ag, M.Si., Ujian hidup merupakan ketetapan yang telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh bagi setiap manusia. Hal ini sejalan dengan penegasan dalam Al-Qur'an, bahwa setiap individu yang mengaku beriman pasti akan melewati serangkaian ujian kehidupan.
Ustadzah Yusniati menjelaskan Ujian hidup merupakan ketetapan mutlak bagi setiap manusia yang menyatakan keimanan kepada Allah SWT. Menurutnya manusia di dunia tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa melalui proses pembuktian iman melalui berbagai bentuk cobaan.
Manusia yang telah berikrar dan menyatakan diri beriman tidak akan dibiarkan tanpa diuji. Ujian tersebut berfungsi untuk memisahkan antara hamba yang jujur dalam keimanannya dengan hamba yang dusta.
| Baca juga: Menjaga Keimanan didalam Islam |
Ustadzah Yusniati menjelaskan Bentuk Ujian yang diberikan kepada manusia pada dasarnya terbagi menjadi dua kategori utama, Perintah meliputi kewajiban yang bersifat wajib maupun amalan yang bersifat sunah. Larangan, meliputi hal-hal yang diharamkan serta hal-hal yang dimakruhkan.
Menurutnya terdapat lima perkara yang menjadi wujud cobaan bagi kehidupan manusia di dunia, Rasa Takut, Kekhawatiran dan rasa cemas yang timbul dalam menghadapi dinamika kehidupan. Rasa Lapar, Kondisi kekurangan pangan atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Kekurangan harta, pengurangan rezeki, kemiskinan, atau kerugian material. Cobaan Jiwa, Kehilangan nyawa, kematian orang-orang tercinta, atau kemalangan fisik. Kekurangan Buah-Buahan, kegagalan hasil usaha, panen, atau rezeki yang diharapkan.
Ustadzah Yusniati menyebut ada dua Sikap Manusia dalam menghadapi cobaan, syukur dan kufur . Golongan hamba yang benar-benar bersyukur atas nikmat dan cobaan jumlahnya cenderung sedikit , sedangkan golongan yang mengingkari nikmat jauh lebih banyak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....