Hakikat Ilmu dan Amal dalam Kehidupan Seorang Muslim

  • 31 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Puncak dari menuntut ilmu bukan sekadar menimbun wawasan, melainkan bagaimana ilmu tersebut diwujudkan dalam bentuk amal dan perbaikan akhlak sehari-hari. Hakikat ilmu yang sejati tidak hanya diukur dari kecerdasan otak, melainkan dari lahirnya akhlak yang mulIa.

Menurut Ustadzah Yuliatun Aswanti Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY, dalam Program Rohani Islam PRO 4 RRI Yogyakarta mengatakan Apabila seseorang berilmu tinggi namun lisannya gemar menggunjing, menyakiti hati tetangga/saudara, atau tangannya gemar mengganggu orang lain, maka ilmunya dipandang belum meresap ke dalam sanubari. Menjaga lisan dan perbuatan adalah cerminan utama dari iman dan ilmu yang berkah.

Ustadzah Yuliatun menyebut Menjaga sikap dan tutur kata menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Ia menjelaskan Rasulullah SAW menegaskan bahwa seorang Muslim sejati adalah sosok yang mampu memberikan rasa aman bagi sesamanya, baik dari gangguan lisan maupun tangannya .

Menurutnya Penerapan ajaran ini dapat dilakukan melalui sikap tepa slira (toleransi) dan tenggang rasa. Prinsip dasarnya sederhana: jika tidak ingin disakiti, maka jangan menyakiti orang lain. Hal ini dapat diwujudkan melalui penggunaan bahasa yang santun, saling tolong-menolong, serta menjadi pribadi yang membawa kedamaIan bagi lingkungan sekitar.

Ustadzah YulIatun menyebut ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Menjaga akhlak, menundukkan hawa nafsu dan menjadikan dunIa sebagai sarana menuju akhirat adalah wujud nyata dari pemahaman agama yang berkah dan bermanfaat. DunIa hendaknya dijadikan sarana ibadah dan kebaikan, bukan dijadikan penguasa yang merusak hati dan iman.

Oleh karena itu, Ia menegaskan Umat Islam untuk bijak dalam memilih pergaulan, mampu menahan hawa nafsu, dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan agar senantIasa diberi petunjuk.

Ustadzah YulIatun juga mengingatkan agar manusIa tidak berteman dengan ikatan yang menyimpang atau terhasut oleh godaan setan. Orang yang berilmu sekalipun, tidak lepas dari godaan tersebut, yang sering kali muncul dalam bentuk rasa bangga diri , sombong, dan meremehkan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....