BPPTKG Catat 11 Kali Guguran Lava Gunung Merapi
- 30 Agt 2026 06:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTK) mencatat 11 kali kejadian guguran lava Gunung Merapi pada pukul 12.00-18.00, Sabtu, 29 Agustus 2026. Guguran lava mengarah ke barat daya atau ke Kali Sat/ Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan status Gunung Merapi saat ini masih Siaga (III). Kondisi di sekitaran lereng Merapi terpantau cerah dan berawan. Sementara angin bertiup tenang ke arah barat dan suhu udara mencapai 21 derajat celcius.
“Gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah,” kata Agus melalui keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Agus menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sedangkan, di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sementara, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....