BPPTKG Belum Turunkan Status Merapi, Siaga Darurat Tetap Berlaku
- 06 Jun 2026 23:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman masih memberlakukan status siaga darurat erupsi Gunung Merapi hingga 31 Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul status aktivitas Gunung Merapi yang hingga kini masih berada pada Level III atau Siaga.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan status siaga Merapi telah berlangsung sejak 5 November 2020 dan hingga saat ini belum ada rekomendasi penurunan status dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
“BPPTKG tidak berani menurunkan status merapi menjadi waspada atau menaikkaan menjadi awas karena terlalu berisiko semuanya. Sehingga masih pada status siaga,” ucapnya Kamis 4 Juli 2026.
Bambang menjelaskan BPPTKG masih menetapkan potensi bahaya erupsi yakni sejauh 7 kilometer ke arah barat daya, 5 kilometer ke arah selatan, dan 5 kilometer ke arah timur.
Bambang menyampaikan aktivitas Merapi masih menunjukkan adanya guguran lava. Pada malam sebelumnya tercatat 120 kali guguran, sementara pada periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat 20 kali guguran. Meski demikian, tidak teramati adanya awan panas guguran.
Selain itu, BPBD Sleman juga masih memberlakukan status siaga darurat cuaca ekstrem hingga 31 Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil karena curah hujan di wilayah Sleman masih cukup tinggi.
“Meskipun nanti prakiraan BMKG sudah memasuki musim kemarau dengan El Nino yang yang membawa kekeringan,” ucapnya.
BPBD juga tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau mendatang. Pihaknya akan menetapkan status siaga kekeringan pada Juli hingga September 2026 apabila kondisi cuaca menunjukkan potensi kemarau berkepanjangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....