Rawan Erupsi, Sekolah di Pakem Disasar Program Madrasah Aman Tanggap Bencana
- 28 Agt 2026 16:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – MI Bina Akhlaq di Kapanewon Pakem, Sleman menjadi sekolah yang disasar program madrasah aman tanggap bencana (MANTAB). Program ini diinisiasi oleh Baznas RI dan dilaksanakan oleh jajaran Baznas Sleman. Sekolah ini dipilih lantaran berisiko terhadap becana erupsi. Mengingat jaraknya yang hanya 13 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Di sisi lain, lembaga pendidikan ini memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari daycare, PAUD, TK hingga SD. Dengan demikian, Program MANTAB dinilai strategis untuk menjadi bagian dari upaya penguatan edukasi kebencanaan sejak usia dini.
Ketua Baznas Sleman Muhyi Darmaji mengatakan Baznas tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki komitmen dalam aspek kemanusiaan dan keselamatan masyarakat melalui program yang bersifat preventif dan edukatif. Dia menambahkan, sekolah dan madrasah perlu menjadi zona aman yang memiliki kapasitas, ketangguhan, serta prosedur yang jelas ketika menghadapi situasi darurat.
“Program MANTAB diharapkan dapat melahirkan generasi yang mandiri, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana. Zakat yang diamanahkan oleh para muzakki melalui Baznas hari ini kita wujudkan dalam bentuk investasi keselamatan bagi aset masa depan bangsa, yaitu anak-anak kita,” kata Muhyi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Muhyi menuturkan Program MANTAB dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan sesaat. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesiapsiagaan anak sejak dini, memperkuat pengetahuan mengenai mitigasi risiko bencana, serta membentuk prosedur tanggap darurat dan budaya aman di lingkungan madrasah.
Kepala Yayasan MI Bina Akhlaq Pakem Aminuddin Najib mengaku menyambut baik penunjukan MI Bina Akhlaq sebagai lokasi Program MANTAB. Siswa turut mendapatkan materi “Kajian Risiko Bencana dan Rencana Aksi” yang disampaikan pemateri dari BPBD Sleman. Ada pula sosialisasi terkait Program MANTAB oleh jajaran Baznas Sleman.
“Kami mohon doa agar sekolah kami berkah,” kata Aminuddin Najib.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyebut edukasi kebencanaan perlu diberikan sejak dini. Dengan demikian, anak-anak memiliki kemampuan untuk bersikap mandiri dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Bambang mengatakan Program MANTAB di MI Bina Akhlaq menjadi salah satu pilot project untuk memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah.
“Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi risiko bencana, termasuk gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi. Diharapkan sinergi dengan Baznas dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak satuan pendidikan di Sleman yang memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Bambang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....