Dihantam El Nino, Wilayah Resapan Air di Sleman Alami Kekeringan

  • 12 Agt 2026 17:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Fenomena El Nino yang terjadi belakangan ini mengakibatkan kekeringan di wilayah Kapanewon Turi, Sleman. Wilayah ini merupakan salah satu daerah resapan air di Kabupaten Sleman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman telah menyalurkan sebanyak 20.000 liter air bersih ke Kapanewon Turi pada April 2026. Empat bulan berselang, BPBD Sleman kembali melakukan dropping air bersih ke Kapanewon Turi sebanyak 38.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyebut berdasarkan historisnya, Kapanewon Turi juga sempat meminta bantuan air bersih pada 2023. Dia mengatakan, saat itu hampir seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman meminta bantuan air bersih lantaran terjadinya El Nino seperti yang terjadi saat ini. Ditambah lagi, pada tahun 2023 Selokan Mataram dan buk renteng atau Selokan Van Der Wijck sempat ditutup guna keperluan pemeliharaan. Sedangkan pada tahun 2025-2025 BPBD tidak melakukan dropping air sama sekali ke semua kapanewon lantaran tak terjadi kekeringan ekstrem di Kabupaten Sleman.

Bambang menambahkan, pihaknya juga memotret kondisi debit Kali Krasak yang menurun hingga sepertiga dari debit air biasanya.

“Mungkin karena musim kemarau sehingga di atas tampungannya berkurang, tapi yang jelas di atas sudah tidak ada hujan selama dua bulan ini,” kata Bambang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Bambang menambahkan, sebagai langkah mitigasi pihaknya turut menggandeng para pemangku wilayah untuk melakukan pemetaan titik-titik yang rawan kekeringan. Di samping itu, BPBD Sleman juga secara rutin menerima laporan dari relawan kalurahan tanggung bencana (Kaltana) terkait kondisi di lapangan. Sejauh ini beberapa titik sudah diidentifikasi sebagai wilayah rawan kekeringan. Diantaranya adalah Kapanewon Minggir, Moyudan, Godean, Seyegan, Tempel sisi barat, Turi, hingga Pakem.

“Kami kerja sama dengan masyarakat lokal, relawan lokal juga untuk mitigasi. Bila memang di wilayahnya terdapat potensi ancaman kekeringan, segera langsung ke kami,” kata Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....