Tangani Wilayah Terdampak Kekeringan, Baznas Sleman Siapkan Anggaran Rp 15 Juta
- 28 Agt 2026 16:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Sebelumnya, Baznas Sleman telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak dua tangki untuk 175 keluarga di Padukuhan Kemirikebo, Kalurahan Girikerto, Turi. Ketua Baznas Sleman Muhyi Darmaji menjelaskan pihaknya memiliki alokasi dana musibah yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Besaran bantuan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
Dia menambahkan, Baznas Sleman telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 juta untuk bantuan air bersih. Sementara, sebesar Rp 500 ribu telah digunakan.
“Masih tersedia anggaran yang dapat dimanfaatkan apabila kebutuhan bantuan air bersih kembali meningkat,” kata Muhyi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Selain dukungan penanganan kekeringan, Baznas Sleman juga menjalankan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan lainnya. Termasuk program dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia berupa pembagian sembako serta sejumlah program unggulan Baznas Sleman.
Sementara, Lurah Girikerto Sudibya mengatakan jumlah warga yang terdampak kekeringan mencapai 570 jiwa. Itu belum termasuk kebutuhan air untuk hewan ternak. Berdasarkan permohonan dari pengurus PAMSIMAS Banyumili pada 4 Agustus 2026, kekurangan air di Kemirikebo terjadi karena debit sumber air menurun sehingga ketersediaan air tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Jadwal dropping air kemudian mulai dilaksanakan sejak 7 Agustus 2026.
“Kami merasa terlindungi dan bangga atas kerja sama seluruh elemen dalam menangani masalah air di Kemirikebo,” kata Sudibya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan bantuan dropping air sebanyak 31 kali. Dropping air melibatkan berbagai pihak mulai dari Baznas, PMI, PDAM, hingga relawan. Bambang memastikan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak perlu terus dipantau. Apabila kondisi masih membutuhkan bantuan, dropping air dapat kembali dilakukan sesuai hasil evaluasi dan kebutuhan masyarakat.
“Akan kami evaluasi, apakah sudah cukup atau masih perlu tambahan,” ucap Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....