Meneladani Ekonomi Rumah Tangga Rasulullah

  • 28 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Hikmah dari peringatan Maulid Nabi beberapa hari yang lalu adalah manusia hendaknya meneladani Rasulullah dalam segala aspek kehidupan. Seperti tertuang pada surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya : sungguh dalam diri Rasulullah itu terdapat teladan yang baik.

“Teladan tentu bermakna menjadi acuan tentang bagaimana sebaiknya menjadi seorang manusia. Dalam bidang keluarga, pendidikan, kesehatan, politik, hukum, tentu acuannya adalah Rasulullah,” ucap Ustad Muhammad Bekti Hendrianto dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Bisnis Islam dalam Mutiara Pagi Pro 1 Kamis, 27 Agustus 2026.

Nabi tidak meninggalkan apapun kecuali hanya baju besi. Itu menggambarkan jika nabi mempunyai sikap yang sederhana padahal beliau termasuk orang kaya.

Dalam surat Al-Anfal juga diceritakan jika sebagian harta rampasan perang digunakan untuk berjihad di jalan Allah. Beberapa hadis juga menyebutkan bahwa Rasulullah menyedekahkan seseorang dari suku tertentu domba sejumlah lembah. Artinya banyak sekali yang disedekahkan hingga terlihat seperti lembah.

Ekonomi rumah tangga Rasul patut dicontoh umatnya. Pertama adalah harta Rasul adalah harta halal. Rasul tidak mungkin melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan dalam Alquran.

Kedua, harta itu cukup untuk kebutuhan Rasul dan keluarganya. Menurut berbagai riwayat, Rasul tidak banyak berhutang.

Ketiga harta menjadi berkah dalam pemakaiannya. Rasulullah menggunakan hartanya seluruhnya untuk beribadah kepada Allah. Bahkan hartanya sampai habis hingga menemui ajalnya.

Kelima adalah mensyukuri harta yang dimiliki. Rasulullah adalah orang yang paling bersyukur dalam kondisi apapun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....