Solusi Kemakmuran Sebuah Negeri

  • 28 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Yogyakarta menggelar program siaran Mutiara Pagi pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 05.10 hingga 06.00 WIB. Mengangkat tema "Solusi Kemakmuran Sebuah Negeri", acara interaktif melalui frekuensi 91.1 FM ini menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Madania Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Indra Putra Bilfaqih, S.Sos.I., M.Sc.

Dalam pemaparannya, Ustadz Indra mengawali ceramah dengan menegaskan pentingnya menjunjung tinggi keadilan sosial dan tidak mengambil hak milik orang lain. Ia mengutip sebuah keteladanan dari kisah Rasulullah SAW saat menegur sahabat untuk mengembalikan baju zirah yang bukan haknya milik seorang warga Nasrani. Menurutnya, menghormati hak sesama tanpa memandang latar belakang merupakan fondasi utama dalam menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis dan makmur.

Selain hubungan antarmanusia, Ustadz Indra menekankan pentingnya akhlak manusia terhadap lingkungan hidup. Mengutip ayat Al-Qur'an terkait kerusakan di darat dan di laut, ia mengingatkan bahwa berbagai bencana alam yang terjadi saat ini merupakan dampak langsung dari ulah dan ketelakberdayaan manusia dalam mengelola alam.

Secara khusus, beliau memotret fenomena sosial dan ekologis di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang kian mengkhawatirkan. Ia menyoroti munculnya gaya hidup individualistis serta kerusakan lingkungan seperti bencana kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan, banjir bandang, hingga tanah longsor yang kian marak terjadi akibat eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ia mengkritik pola pikir sekuler dan kapitalistis yang merusak ekosistem alam demi kepentingan segelintir pihak. Sikap serakah dan kesewenang-wenangan tersebut pada akhirnya mengorbankan masyarakat luas, di mana dampak bencana paling berat justru dirasakan oleh rakyat kecil dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sebagai jalan keluar atas permasalahan bangsa, Ustadz Indra menawarkan dua solusi utama. Pertama, masyarakat dan pemangku kebijakan diimbau untuk kembali meneladani ajaran Islam dan kepemimpinan Rasulullah SAW. Kedua, seluruh elemen bangsa wajib menjaga dan mengelola sumber daya alam secara bijak serta bertanggung jawab demi kemaslahatan bersama, bukan berlandaskan hawa nafsu semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....