Pemkab Kulon Progo Dorong Kelanjutan Pembangunan Jalan Plono - Nglinggo
- 27 Agt 2026 09:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menegaskan pentingnya langkah konkrit dan kolaborasi lintas lembaga dalam rangka merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan Plono - Nglinggo yang belum terselesaikan.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa upaya yang dilakukan sekarang ini merupakan ikhtiar demi kepentingan masyarakat luas. Pembangunan akses jalan tersebut dinilai sangat penting, untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus mempermudah mobilitas serta konektivitas ekonomi warga setempat.
"Tentunya harapan ini adalah kita harus segera berkolaborasi dalam artian bukan hanya angan-angan. Apapun langkah, upaya, dan daya harus kita upayakan untuk masyarakat yang terbaik," ujarnya.
Menurut Ambar, infrastruktur yang memadai akan memberikan multiplier effect bagi kawasan Samigaluh dan sekitarnya. Selain mempermudah akses warga ke pasar, jalur Plono Nglinggo juga memegang peranan strategis karena berbatasan langsung dengan kawasan Candi Borobudur.
"Selain di bidang pariwisata, tentu yang lainnya juga akan mengintegrasikan perekonomian, misalnya akses ke pasar lebih mudah. Pariwisata apalagi, daerah yang kita upayakan ini berbatasan dengan Borobudur. Ke depan lintas itu menjadi target pariwisata semuanya, dari Samigaluh bisa ke Borobudur lebih dekat, Borobudur ke Samigaluh juga lebih dekat," ucapnya.
Pemkab Kulon Progo bersama BOB, lanjut Ambar, sejauh ini terus aktif melakukan pengajuan alokasi anggaran serta menyusun bahan dukungan ke pemerintah pusat.
Ambar berharap berbagai proses pengajuan ini dapat segera membuahkan hasil agar pengerjaan fisik dapat terwujud pada target perencanaan mendatang.
"Langkah konkrit sudah dilakukan, dari pengajuan anggaran hingga bahan dukungan, kita sama BOB sudah dilaksanakan semuanya. Hari ini tadi sudah disampaikan pemaparannya. Kita berusaha dan berupaya, namanya ikhtiar kita menyempurnakan ikhtiar," katanya, Rabu 26 Agustus 2026.
Plt Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, menjelaskan, akses jalan yang memadai akan memberikan dampak pada perkembangan pariwisata di kawasan Nglinggo Barat, Nglinggo Timur, Samigaluh, serta wilayah Kabupaten Kulon Progo pada umumnya.
"Apabila akses itu sudah terbangun dengan baik, pasti pariwisata di Kabupaten Kulon Progo akan lebih maju. Efek positifnya bagi masyarakat, perekonomian tentu akan lebih menarik," ujarnya.
Yusuf memaparkan, total panjang proyek jalan Pasar Plono ini mencapai 3,47 kilometer. Dari keseluruhan target tersebut, saat ini baru terbangun sepanjang 1 kilometer, sehingga masih tersisa 2,47 kilometer lagi yang harus diselesaikan.
Langkah-langkah strategis telah ditempuh melalui kerja sama bahu-membahu dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pariwisata, Bappenas, Kementerian Keuangan, serta Pemkab Kulon Progo. Sinergi ini dilakukan guna mencari solusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat dan kelancaran akses pariwisata di kawasan Pasar Plono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....