Cegah Sampah Langsung ke Laut, Mahasiswa KKN UGM Tanamkan Budaya Olah Sampah

  • 24 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM yang tergabung dalam Ekspedisi Togean turut membangun membangun fasilitas bak sampah di Desa Bungayo dan Desa Pulau Enam, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Program ini menjadi upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertata di tingkat desa.

Salah satu mahasiswa KKN UGM, Shevanesta Eka Milano menjelaskan bak sampah yang dibuat berukuran 2x3 meter. Ukuran ini telah disesuaikan dengan kebutuhan dan volume sampah masyarakat. Sementara, di Desa Pulau Enam, bak sampah dibuat berukuran 1x1,5 meter dan dilengkapi dengan insinerator sederhana. Sheva menuturkan fasilitas di kedua desa itu dirancang untuk memusatkan aktivitas pembakaran sampah yang sebelumnya dilakukan secara terbuka di berbagai lokasi.

“Dengan demikian, proses pembakaran diharapkan dapat berlangsung di satu tempat yang lebih teratur dan terkendali,” kata Sheva, Senin, 24 Agustus 2026.

Sementara, mahasiswa lainnya Muhammad Samy Akbar Halid mengatakan pembangunan bak sampah dilakukan sebagai respons terhadap persoalan sampah yang masih dihadapi masyarakat di Desa Bungayo dan Desa Pulau Enam. Dia menyebut keterbatasan fasilitas pembuangan sampah yang selama ini terjadi membuat masyarakat masih membuang sampah di halaman rumah maupun langsung ke laut.

Samy menambahkan pembangunan bak sampah merupakan hasil diskusi dan koordinasi mahasiswa KKN-PPM UGM, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Program ini diharapkan menjadi solusi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik. Bak sampah kreasi mahasiswa UGM ini diharapkan mendorong masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya.

“Pembangunan bak sampah diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah, terutama sampah plastik, yang masih banyak ditemukan di kawasan pesisir dan sekitar permukiman. Pengurangan sampah tersebut penting untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kelestarian lingkungan di wilayah Togean,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....